Literasi Digital Penting untuk Dampingi Anak Bermain Game Online
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengajak para orang tua untuk lebih melek teknologi dan memiliki literasi digital dalam mengawasi anak-anak mereka saat bermain game daring, termasuk Roblox. Menurutnya, pengawasan yang tepat lebih efektif daripada pemblokiran game secara langsung.
"Kalau saya tidak setuju game ini diblokir, karena sebenarnya ini adalah platform," kata Hetifah dalam sebuah kegiatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta.
Ia menekankan bahwa setiap platform digital memiliki sisi positif dan negatif. Oleh karena itu, solusi yang bijak bukan dengan melarang, melainkan dengan memahami dan memanfaatkan teknologi secara cerdas.
baca juga : Presiden Prabowo Dijadwalkan Lantik Wakil Panglima TNI di Batujajar
Pemblokiran Bukan Solusi, Gunakan Teknologi dengan Bijak
Hetifah menilai bahwa pemecahan masalah seputar penggunaan game daring seperti Roblox bukanlah dengan pemblokiran. Sebaliknya, ia mendorong orang tua untuk:
- Memahami fitur-fitur dalam game
- Bermain bersama anak sebagai bentuk pendampingan
- Membangun komunikasi terbuka dengan anak soal dunia digital
“Kalau kita bisa menggunakannya dengan baik dan memahami teknologi, kita harus memiliki literasi. Jangan gaptek,” tegas Hetifah.
Imbauan: Ajak Anak Beraktivitas di Luar Ruangan
Untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget, Hetifah juga menyarankan agar orang tua memberikan waktu berkualitas bersama anak di luar rumah. Beberapa kegiatan positif yang direkomendasikan antara lain:
- Bermain di taman
- Mengunjungi perpustakaan
- Bertamasya ke tempat bermain umum
Menurutnya, interaksi di ruang terbuka dapat menjadi alternatif efektif agar anak tidak terus-menerus terpapar layar gawai.
Mendikdasmen Tegaskan Bahaya Konten Kekerasan dalam Game Roblox
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyuarakan kekhawatiran atas konten kekerasan dalam game Roblox yang banyak dimainkan anak-anak. Saat mengunjungi SDN Cideng 2 dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), ia menegaskan bahwa game tersebut mengandung banyak adegan yang tidak layak dikonsumsi oleh siswa usia dini.
“Kalau main HP, jangan tonton kekerasan. Yang ada berantem, kata-kata jelek, jangan ditonton. Jangan main yang tidak berguna,” ujarnya kepada para murid.
Mu’ti bahkan secara eksplisit melarang siswa bermain Roblox, terutama mode yang menampilkan kekerasan atau perilaku negatif lainnya.
penulis : elsandria