14 dari 17 Emiten MSCI Indonesia Telah Rilis Laporan Keuangan
Mayoritas emiten yang tergabung dalam indeks MSCI Indonesia telah merilis laporan keuangan untuk periode Januari hingga Juni 2025. Dari total 17 emiten dalam indeks ini, sebanyak 14 perusahaan tercatat telah mengumumkan kinerjanya hingga akhir semester I-2025.
Grup Barito Tampil Cemerlang: BRPT dan TPIA Catat Kenaikan Signifikan
Dua perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu, yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat kinerja paling impresif dibandingkan emiten lainnya di indeks MSCI.
Lompatan Pendapatan dan Laba BRPT
- Pendapatan BRPT meningkat tajam sebesar 178,52% year on year (YoY) menjadi US$ 3,22 miliar, naik dari US$ 1,15 miliar pada semester I-2024.
- Laba bersih BRPT melonjak drastis sebesar 1.464,89% YoY menjadi US$ 539,82 juta, dari sebelumnya hanya US$ 34,23 juta.
TPIA Berhasil Balikkan Kerugian
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sukses membalikkan kerugian bersih US$ 47,46 juta pada Juni 2024 menjadi laba bersih US$ 1,27 miliar.
- Pendapatan TPIA juga tumbuh pesat sebesar 237,70% YoY menjadi US$ 2,92 miliar.
Peluang Saham Baru Masuk MSCI: PTRO, CUAN, dan BREN Jadi Sorotan
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, dengan performa luar biasa grup Barito, ada potensi saham-saham lain milik Prajogo Pangestu menyusul masuk ke indeks MSCI.
Kandidat Kuat Saham Baru
- PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dinilai memiliki peluang kuat untuk bergabung dalam MSCI Indonesia.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi kandidat paling diunggulkan, dengan kapitalisasi pasar besar dan likuiditas yang mulai stabil setelah sempat diwarnai isu kepemilikan.
Baca juga : Cara Cerdas Menyusun Dokumen Kepegawaian Tanpa Ribet
Proyeksi Harga dan Syarat Masuk ke MSCI
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa jika BREN benar masuk ke MSCI, maka akan berdampak positif terhadap likuiditas saham, menarik arus dana asing, serta memberikan efek valuasi premium.
Sementara itu, Prasetya Gunadi dari Samuel Sekuritas menyebut BREN perlu mencapai harga minimal Rp 9.000 per saham untuk memenuhi syarat masuk MSCI. Saat ini, saham BREN berada di kisaran Rp 7.075 (per 5 Agustus 2025).
Saham DSSA Berpeluang Masuk MSCI Indonesia Big Cap
Berdasarkan analisis Samuel Sekuritas, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi kandidat terkuat untuk masuk ke indeks MSCI Indonesia Big Cap.
Kriteria yang Dipenuhi DSSA:
- Free-Float Market Cap (FFMC): US$ 6,6 miliar
- Average Daily Trading Value (ADTV): US$ 7,2 juta
- Annual Traded Value Ratio (ATVR): Telah melebihi batas minimum 15%
Baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Wisuda 2025: Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing Global
SSIA Berpotensi Masuk MSCI Small Cap
Di sisi lain, saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) juga masuk radar untuk indeks MSCI Small Cap. Hal ini didorong oleh kenaikan harga saham yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kata Kunci SEO:
Prediksi saham masuk MSCI Indonesia
Kinerja emiten MSCI Indonesia 2025
Saham BRPT dan TPIA naik
Saham BREN berpeluang masuk MSCI
Emiten MSCI terbaik semester I 2025
Penulis : Aqilah az-zahra