Pendapatan dan Laba Bersih COIN Meroket di Paruh Pertama Tahun 2025
Jakarta, Bloomberg Technoz – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatatkan kinerja luar biasa sepanjang Semester I 2025, dengan laba bersih mencapai Rp25,52 miliar, berbalik dari kerugian Rp1,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan berhasil membalikkan keadaan dengan kenaikan pendapatan yang sangat signifikan.
baca juga:Presiden Prabowo Dijadwalkan Lantik Wakil Panglima TNI di Batujajar
Pendapatan Melesat 18.758%, Didorong Oleh Sumber Pendapatan Baru
COIN mencatatkan pendapatan yang melonjak 18.758% menjadi Rp113,14 miliar, dibandingkan dengan Rp600 juta di tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh bertambahnya berbagai sumber pendapatan baru, antara lain:
- Jasa Transaksi Aset Kripto: Rp94,28 miliar
- Jasa Registrasi Anggota Bursa: Rp1,75 miliar
- Jasa Sewa Perangkat Lunak: Rp3,97 miliar
- Jasa Tahunan Keanggotaan: Rp575 juta
Pertumbuhan Terbesar Dari Jasa Penyimpanan Aset Kripto
Pendapatan terbesar berasal dari Jasa Penyimpanan Aset Kripto, yang melonjak menjadi Rp12,57 miliar dari hanya Rp600 juta sebelumnya. Jasa ini dilakukan melalui PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), anak perusahaan COIN yang berperan sebagai lembaga penyimpanan aset kripto.
Laba Bruto dan Pengurangan Beban Keuangan
COIN berhasil mencatatkan laba bruto sebesar Rp22,57 miliar. Pendapatan lain yang juga mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah pendapatan keuangan lainnya, dengan keuntungan dari jasa giro mencapai Rp3,68 miliar. Beban bunga dan keuangan pun menurun drastis, hanya tersisa Rp310 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Rp3,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Laba Bersih Meningkat Signifikan, EPS Positif
COIN membukukan laba bersih sebesar Rp25,51 miliar, berbalik dari kerugian Rp1,99 miliar pada tahun lalu. Earnings Per Share (EPS) juga berbalik positif menjadi Rp2,04 per saham, setelah sebelumnya tercatat minus Rp39,83 per saham.
Pencapaian Konsolidasi dan Transformasi Perusahaan
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menjelaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan keberhasilan fase konsolidasi dan transformasi yang telah dijalani oleh perusahaan. COIN kini sepenuhnya beroperasi dan efisien, dengan model bisnis portofolio yang mendukung ekosistem kripto.
Pendapatan COIN Melampaui Target Tahun Lalu
Menariknya, pendapatan yang dicapai COIN di Semester I 2025 bahkan telah melampaui pendapatan perusahaan untuk sepanjang tahun 2024.
Reduksi Liabilitas dan Kinerja Positif Arus Kas
COIN juga berhasil mengurangi utang perusahaan secara signifikan. Liabilitas jangka pendek turun drastis dari Rp231,95 miliar pada 2024 menjadi hanya Rp60,7 miliar per 30 Juni 2025, sementara liabilitas jangka panjang menurun menjadi Rp1,04 miliar. Arus kas bersih dari aktivitas operasi pun tercatat positif sebesar Rp71,17 miliar, berbalik dari sebelumnya yang tercatat minus Rp632 juta pada 2024.
Kenaikan Kapitalisasi Pasar dan Harga Saham COIN
Pada saat pencatatan saham COIN di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025, saham perusahaan dibanderol dengan harga Rp100 per saham. Namun, hingga perdagangan pada 6 Agustus 2025, harga saham COIN telah melesat menjadi Rp1.500 per saham, mencatatkan kenaikan 1.400% dari harga penawaran perdana. Kapitalisasi pasar COIN juga turut meroket, menembus Rp22 triliun.
COIN, Pemimpin di Pasar Aset Kripto Indonesia
COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi dua anak perusahaan, PT Central Finansial X (CFX) sebagai bursa aset kripto pertama di Indonesia, dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga penyimpanan aset kripto. Perusahaan ini terdaftar di BEI sejak 9 Juli 2025 dan menjadi pemain utama dalam pasar kripto Indonesia.
penulis: lili rahma dini