Kereta Anjlok di Stasiun Jakarta Kota
Pada Selasa, 5 Agustus 2025, KAI Commuter Indonesia (KCI) melaporkan adanya insiden kereta rel listrik (KRL) yang anjlok di emplasemen Stasiun Jakarta Kota. Peristiwa ini mengakibatkan perubahan dalam pola operasi perjalanan KRL, dengan rekayasa operasi untuk memastikan layanan tetap berjalan. Berikut adalah kondisi perjalanan KRL relasi Bogor-Jakarta Kota yang terdampak insiden anjloknya kereta.
Baca Juga : Saham NCKL Melejit 18% Didukung Aksi Beli J.P. Morgan dan Sentimen ESG
Perjalanan KRL Relasi Bogor-Jakarta Kota Terdampak Anjlok
Pada pukul 08.58 WIB, detikcom memantau perjalanan KRL relasi Bogor-Jakarta Kota dengan 8 rangkaian kereta. KRL sempat berhenti cukup lama di Stasiun Citayam, menunggu penumpang naik. Setelah sekitar satu menit berhenti, kereta melanjutkan perjalanan ke Stasiun Depok dengan kecepatan yang lebih rendah dari biasanya.
Sesampainya di Stasiun Depok Lama (Stadela), KRL kembali berhenti cukup lama. Petugas keamanan memberi informasi kepada penumpang untuk berpindah ke kereta yang berada di peron lain karena kereta yang mereka tumpangi akan lebih dulu diberangkatkan.
Setelah melanjutkan perjalanan, KRL berhenti lebih lama di beberapa stasiun lain seperti Stasiun Depok Baru, Stasiun Pondok Cina, Stasiun Universitas Indonesia, Stasiun Pancasila, Stasiun Lenteng Agung, Stasiun Pasar Minggu, Stasiun Pasar Minggu Baru, Stasiun Duren Kalibata, dan Stasiun Cawang. Meskipun waktu berhenti lebih lama dari biasanya, tidak terlihat adanya penumpukan penumpang yang signifikan di setiap peron.
Informasi Mengenai Kereta Anjlok di Stasiun Jakarta Kota
KAI Commuter mengonfirmasi bahwa insiden kereta anjlok terjadi pada pukul 07.17 WIB di Stasiun Jakarta Kota. Kereta yang anjlok adalah Commuter Line No. 1189 relasi Bogor-Jakarta Kota. Saat kejadian, petugas segera melakukan evakuasi penumpang secara aman.
Evakuasi dan Upaya Normalisasi Layanan
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menyatakan bahwa semua penumpang yang berada di dalam kereta yang anjlok berhasil dievakuasi dengan selamat oleh petugas yang bertugas di lokasi. Setelah kejadian, kereta yang anjlok berhasil dievakuasi, dan pihak KAI segera melakukan pemeriksaan serta perbaikan sarana dan prasarana untuk memulihkan operasional layanan.
Baca Juga : Routing dalam Jaringan: Kunci Utama Kinerja Internet Anda
Rekayasa Pola Operasi untuk Menjaga Layanan KRL
Sebagai langkah lanjutan, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi untuk memastikan perjalanan KRL tetap dapat beroperasi. Perubahan ini dilakukan khususnya pada lintas Bogor-Manggarai untuk memastikan pelayanan tetap terjaga, meskipun ada gangguan akibat anjloknya kereta.
Penulis : Tamtia Gusti Riana