Kereta Commuter Line Alami Anjlok, Operasional KRL Direkayasa Sementara
PT KAI Commuter Indonesia (KCI) mengonfirmasi terjadinya insiden kereta anjlok di emplasemen Stasiun Jakarta Kota, Selasa pagi (5/8/2025). Kejadian ini berdampak pada perjalanan KRL, khususnya di lintas Bogor-Jakarta Kota, yang dilakukan dengan rekayasa pola operasi.
baca juga: Inggris dan India Berikan Akhir yang Intens, Dramatis, dan Emosional di Uji Coba Kelima
KRL Bogor-Jakarta Kota Berjalan Lebih Lambat dan Berhenti Lama di Beberapa Stasiun
Pantauan langsung detikcom menyebutkan bahwa perjalanan KRL relasi Bogor-Jakarta Kota mengalami keterlambatan. Pada pukul 08.58 WIB, jurnalis menaiki KRL dengan delapan rangkaian gerbong dari arah Bogor.
- Di Stasiun Citayam, kereta berhenti lebih lama dari biasanya sekitar 1 menit.
- Setibanya di Stasiun Depok Lama (Stadela), kecepatan kereta kembali menurun dan kereta berhenti cukup lama.
- Petugas KRL bahkan meminta penumpang berpindah ke peron lain untuk menaiki kereta yang dijalankan lebih dulu.
Rangkaian KRL Tetap Lanjut, Tapi Waktu Tempuh Melambat
Setelah dari Stadela, KRL melanjutkan perjalanan ke sejumlah stasiun seperti:
- Depok Baru
- Pondok Cina
- Universitas Indonesia
- Pancasila
- Lenteng Agung
- Pasar Minggu
- Pasar Minggu Baru
- Duren Kalibata
- Cawang
Di setiap stasiun tersebut, kereta berhenti lebih lama dari waktu normal. Meski begitu, tidak ada penumpukan penumpang yang signifikan di peron antara pukul 09.00 hingga 09.30 WIB.
KAI Commuter: Kereta Anjlok Telah Dievakuasi, Penumpang Aman
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menjelaskan bahwa insiden terjadi pada KRL Commuter Line No. 1189 relasi Bogor-Jakarta Kota, tepat pada pukul 07.17 WIB.
“Semua penumpang berhasil dievakuasi dengan aman oleh petugas di lapangan,” ujar Joni dalam keterangan resminya.
Pihak KAI langsung mengevakuasi kereta yang anjlok dan melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana untuk proses normalisasi layanan.
baca juga: Pengukuhan Mahasiswa Terbaik dan Teladan Bukti Komitmen Teknokrat Ciptakan SDM Unggul
Operasional Dijalankan dengan Pola Khusus di Lintas Bogor-Manggarai
Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, rekayasa pola operasi diterapkan khususnya di lintas Bogor–Manggarai. Penyesuaian dilakukan demi menghindari gangguan lanjutan dan meminimalkan keterlambatan.
Penulis: Dena Triana