Sonny Pudjisasono, produser eksekutif film animasi 3D Merah Putih One For All, meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru memberikan kritik terhadap film yang akan tayang pada 14 Agustus 2025 ini. Sebelum memberikan penilaian, ia mengimbau agar penonton menunggu hingga film tersebut ditayangkan di bioskop.
Film Merah Putih One For All: Perayaan 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia
Film Merah Putih One For All diproduksi untuk memperingati 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan akan tayang mulai tanggal 14 Agustus 2025. Film ini disutradarai oleh Perfiki Kreasindo dan diharapkan menjadi karya yang dapat menghormati dan merayakan sejarah perjuangan bangsa.
Baca juga : Topology Hybrid, Perpaduan Cerdas untuk Efisiensi Jaringan
Pro dan Kontra Film yang Muncul di Media Sosial
Meski baru beberapa hari memasuki tahap promosi, film ini sudah memicu pro dan kontra di media sosial. Banyak kritik pedas yang muncul, terutama terkait dengan kualitas animasi 3D yang dinilai kurang memuaskan dan alur cerita yang dianggap tidak menarik. Beberapa juga mempertanyakan besaran dana yang digelontorkan untuk pembuatan film tersebut.
Baca juga : Mahasiswa dan Dosen Teknokrat pamerkan Produk Penelitian Unggulan di KSTI Indonesia 2025
Kritik Terhadap Kualitas Animasi dan Alur Cerita
Salah satu kritik utama yang muncul adalah kualitas animasi yang dianggap belum sesuai dengan standar industri film animasi internasional. Alur cerita juga mendapat sorotan karena dianggap tidak memadai untuk mewakili semangat kemerdekaan Indonesia dalam format yang menarik bagi penonton.
Penulis : aqilah az-zahra