Logo Universitas Teknokrat Indonesia

KRL Anjlok di Jakarta Kota, Penumpang Terpaksa Turun dan Jalan Kaki ke Stasiun

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk KRL Anjlok di Jakarta Kota, Penumpang Terpaksa Turun dan Jalan Kaki ke Stasiun

Insiden anjloknya KRL Commuter Line kembali terjadi di kawasan Jakarta. Kali ini, sejumlah penumpang harus keluar dari rangkaian kereta dan berjalan kaki menuju Stasiun Jakarta Kota akibat kereta yang mengalami gangguan di lintasan. Kejadian ini menimbulkan keterlambatan dan ketidaknyamanan, terutama karena terjadi saat jam sibuk pagi.


KRL Mengalami Gangguan Saat Mendekati Stasiun Jakarta Kota

Insiden terjadi pada Selasa pagi (6 Agustus 2025), saat KRL relasi Bogor–Jakarta Kota mengalami anjlok tak jauh dari peron tujuan akhir. Akibat kejadian tersebut, perjalanan kereta mendadak terhenti sebelum mencapai stasiun, membuat para penumpang terpaksa turun di tengah lintasan rel.


Penumpang Jalan Kaki Menuju Stasiun Tujuan

Tidak ada pilihan lain bagi penumpang selain berjalan kaki menyusuri rel kereta api menuju Stasiun Jakarta Kota. Sebagian penumpang terlihat membawa barang bawaan sambil tetap berhati-hati di jalur kereta yang masih aktif. Meski petugas berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi, banyak penumpang yang merasa tidak nyaman karena harus menempuh jalur tersebut dengan berjalan kaki.

Baca juga :Rektor UTI mendapatkan ucapan Selamat dari Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) RI


Respons KAI Commuter: Prioritaskan Keselamatan dan Evakuasi Cepat

Pihak KAI Commuter menyatakan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Mereka segera mengerahkan tim evakuasi dan bantuan teknis ke lokasi kejadian untuk menangani kereta yang anjlok. Selain itu, proses evakuasi penumpang dilakukan secara bertahap dan diawasi langsung oleh petugas di lapangan.

Baca juga : https://csirt.teknokrat.ac.id/belajar-html-panduan-lengkap-untuk-membuat-website-pertamamu/


Perjalanan KRL Lainnya Sempat Terganggu

Imbas dari insiden ini juga dirasakan oleh jalur KRL lainnya, terutama dari arah Bogor menuju Jakarta Kota. Beberapa perjalanan terpaksa dipangkas hanya sampai Stasiun Manggarai. Penumpang diarahkan untuk menggunakan moda transportasi lain seperti TransJakarta, ojek online, atau kereta dengan rute alternatif.


Kesimpulan: Perlu Penanganan dan Antisipasi Lebih Baik

Kejadian ini menunjukkan pentingnya peningkatan infrastruktur dan sistem respons cepat dalam menghadapi insiden kereta api. Meskipun tidak ada korban jiwa, ketidaknyamanan yang dialami penumpang harus menjadi catatan serius bagi penyelenggara layanan transportasi publik.

Untuk informasi terkini dan pengumuman perjalanan, pengguna KRL disarankan memantau aplikasi KRL Access dan akun resmi KAI Commuter.

Penulis : Tanjali Mulia Nafisa