Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Kronologi Tewasnya Prada Lucky, Akibat 'Pendisiplinan' Fisik?

Gambar untuk Kronologi Tewasnya Prada Lucky, Akibat 'Pendisiplinan' Fisik?

Prada Lucky Namo Meninggal Setelah Dianiaya Senior di Nagekeo, NTT

Seorang prajurit muda TNI Angkatan Darat, Prada Lucky Namo, tewas setelah dirawat di rumah sakit akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya. Kematian prajurit berusia 23 tahun ini terjadi di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, setelah hanya dua bulan berdinas. Orang tua korban menduga bahwa kematian Lucky disebabkan oleh penganiayaan fisik yang dilakukan oleh seniornya.

baca juga:Bukan Cuma Montir, Lulusan TBSM Bisa Jadi Pebisnis!

Orang Tua Kecewa, Minta Penyidikan Dilakukan Secara Transparan

Sersan Mayor Christian Namo, orang tua dari Prada Lucky, menyampaikan kekecewaannya karena dua rumah sakit di Kupang menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenazah anaknya. "Saya ingin agar negara hadir dan mengungkap pelaku penyebab kematian anak saya," ujar Christian Namo kepada Antara pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Lucky, yang baru saja menyelesaikan pendidikan dan bergabung dengan TNI, ditempatkan di Batalion Pembangunan 843 di wilayah Nagekeo. Keluarga korban merasa sangat kecewa karena tubuh Lucky ditemukan penuh dengan lebam dan memar serta sejumlah luka tusukan di tubuhnya.

Penyelidikan Kasus Penganiayaan Oleh Senior TNI

Pihak Korem 161/Wira Sakti hingga saat ini belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus ini, namun mereka mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan intensif. Kolonel Infanteri Candra, Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, menyatakan bahwa para prajurit yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap Prada Lucky telah ditahan dan saat ini dalam pemeriksaan oleh Sub-Detasemen Polisi Militer Kupang.

"Kami sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap kasus ini. Kami memberikan perhatian serius terhadap kejadian ini," ungkap Candra.

Penyiksaan Fisik, Kasus yang Berulang dalam TNI

Kematian Prada Lucky mengingatkan pada kejadian serupa yang terjadi pada 2023, di mana seorang prajurit Prada MZR meninggal akibat penganiayaan oleh enam seniornya di Batalion Zeni Tempur 4/TK. Kejadian tersebut juga berawal dari pendisiplinan fisik yang dilakukan oleh para senior terhadap junior mereka.

Luka-luka di Tubuh Prada Lucky

Setelah kematian Prada Lucky, petugas yang menangani jenazah melaporkan adanya luka sayat, lebam, dan bekas sundutan rokok di tubuhnya. Menurut laporan, Lucky sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, NTT, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada 6 Agustus 2025.

baca juga:Wisuda Periode I 2025 Universitas Teknokrat: Cetak Generasi Siap Sambut Indonesia Emas

Kasus Ini Menjadi Perhatian di Tubuh TNI

Kasus ini mengundang perhatian besar, terutama mengenai pola pendisiplinan fisik dalam militer yang sering kali berujung pada kekerasan. Kasus ini juga membuka pembicaraan tentang pentingnya perbaikan pembinaan dan pengawasan di tubuh TNI agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

penulis:dafa aditiya.f