Baca juga: Contoh Soal Akuntansi Restoran dan Pembahasannya Panduan Lengkap untuk Pemula
Bagaimana Cara Mengukur Tingkat Likuiditas Seseorang atau Bisnis?
Mengukur likuiditas itu ibarat ngecek "detak jantung" keuangan kita. Buat individu, ini bisa diukur dari seberapa mudah kita mengakses tabungan, deposito, atau aset lain yang gampang dicairkan. Rasio lancar (current ratio) atau rasio cepat (quick ratio) yang sering dipakai di dunia bisnis juga bisa diadopsi dalam skala personal. Misalnya, bandingkan total aset lancar kita (uang tunai, tabungan, deposito jangka pendek) dengan total kewajiban jangka pendek (cicilan utang yang jatuh tempo dalam setahun). Angka yang lebih tinggi biasanya menandakan likuiditas yang lebih baik. Sementara itu, bagi bisnis, pengukuran likuiditas lebih terstruktur. Rasio lancar, yang membandingkan aset lancar dengan kewajiban lancar, adalah indikator utama. Rasio cepat, yang mengecualikan persediaan dari aset lancar, memberikan gambaran yang lebih konservatif tentang kemampuan membayar utang jangka pendek. Selain itu, rasio perputaran kas juga penting untuk melihat seberapa efisien perusahaan mengelola kasnya. Semakin cepat kas berputar, semakin baik likuiditasnya.Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Likuiditas?
Banyak hal yang bisa membuat likuiditas kita "nyaman" atau malah "sesak". Salah satunya adalah kondisi perekonomian secara umum. Kalau ekonomi lagi lesu, daya beli masyarakat menurun, tentu ini akan berdampak pada penjualan bisnis dan kemampuan kita untuk menabung. Selain itu, suku bunga juga punya peran besar. Suku bunga yang tinggi bisa mendorong orang untuk menabung lebih banyak, tapi di sisi lain, bisa membuat pinjaman jadi lebih mahal, yang bisa membebani arus kas. Kebijakan moneter dari bank sentral, seperti pengaturan cadangan wajib bank atau operasi pasar terbuka, juga memengaruhi ketersediaan uang di pasar. Bagi bisnis, pengelolaan persediaan yang buruk bisa jadi bom waktu likuiditas. Persediaan yang terlalu banyak tapi lambat terjual akan mengikat kas, sementara persediaan yang terlalu sedikit bisa membuat kehilangan peluang penjualan. Tak lupa, reputasi perusahaan juga bisa memengaruhi kemudahan akses pendanaan dari bank atau investor.Bagaimana Strategi Ampuh untuk Meningkatkan Likuiditas?
Meningkatkan likuiditas itu seperti merawat tanaman agar tumbuh subur. Kita perlu memberi pupuk yang tepat dan menyiramnya secara teratur. Salah satu cara paling mendasar adalah dengan meningkatkan porsi aset lancar. Ini bisa dilakukan dengan menabung lebih disiplin, memindahkan dana dari investasi jangka panjang yang kurang likuid ke instrumen yang lebih mudah dicairkan, atau bahkan menjual aset yang kurang produktif. Untuk bisnis, strategi seperti mempercepat penagihan piutang, mengoptimalkan manajemen persediaan (jangan sampai menumpuk barang yang tidak laku), dan menegosiasikan persyaratan pembayaran yang lebih baik dengan pemasok bisa sangat membantu. Selain itu, menjaga hubungan baik dengan bank dan lembaga keuangan lain dapat mempermudah akses terhadap fasilitas kredit jika sewaktu-waktu dibutuhkan.Baca juga: Kuasai Matematika: Contoh Soal Cerita Kelas Paling Menantang!
Penulis: Eka Sri Indah Lestary