Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Linus Torvalds Tolak Kode RISC-V dari Google, Sebut "Sampah": Apa yang Terjadi?

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Linus Torvalds Tolak Kode RISC-V dari Google, Sebut "Sampah": Apa yang Terjadi?

Linus Torvalds, pendiri Linux, kembali mencuri perhatian dengan kritik tajam terhadap kontribusi yang diajukan oleh Palmer Dubbelt, insinyur dari Google. Dubbelt mengajukan kode arsitektur RISC-V untuk dimasukkan ke dalam kernel Linux 6.17, namun Torvalds tidak hanya menolaknya, tetapi juga menyebut kode tersebut "sampah."

Penolakan Kode RISC-V dan Kritikan Torvalds

Pada tanggal 8 Agustus 2025, Palmer Dubbelt mengajukan permintaan untuk menambahkan kode RISC-V ke kernel Linux 6.17. Namun, Linus Torvalds menanggapi dengan tegas, menilai bahwa kode yang diajukan tidak memenuhi standar kualitas dan diserahkan terlalu terlambat.

Torvalds menyatakan bahwa ia telah meminta agar kode-kode diajukan lebih awal karena ia sedang dalam perjalanan, dan menambahkan, "Jika Anda tidak bisa mengikuti aturan itu, setidaknya buatlah permintaan tarik yang baik." Ia mengkritik kode yang diajukan karena berisi perubahan pada berkas header umum yang tidak relevan dengan RISC-V, dan menyebutkan bahwa itu "sesuatu yang tidak boleh dikirimkan kepada saya, apalagi di akhir jendela penggabungan."

Torvalds Menyebut Kode yang Diajukan Membuat Dunia Menjadi "Lebih Buruk"

Lebih lanjut, Torvalds menyatakan bahwa kode yang diajukan "secara nyata membuat dunia menjadi tempat yang lebih buruk untuk ditinggali." Sebagai peringatan kepada pengembang lain, ia mengingatkan bahwa tidak akan ada lagi permintaan penarikan terlambat dan tidak ada lagi "sampah" yang disertakan di luar pohon RISC-V.

"Pastikan untuk mempersiapkan kontribusi Anda untuk Linux 6.18 lebih awal dan tanpa elemen yang tidak perlu," tambah Torvalds.

Baca juga : Setting Hotspot Mikrotik: Trik Sederhana Internet Stabil

Reaksi Komunitas terhadap Sikap Torvalds

Reaksi dari komunitas pengembang Linux terhadap kritik Torvalds bervariasi. Beberapa pihak menganggap pendekatan langsung Torvalds efektif dan bermanfaat untuk menjaga standar tinggi dalam pengembangan kernel. Namun, ada juga yang mengingatkan bahwa komunikasi yang lebih konstruktif dan dialog yang terbuka tetap penting.

Meskipun dianggap keras, komentar Torvalds bukan hanya sekadar reaksi emosional. Ia memberikan contoh spesifik tentang kesalahan dalam kode yang diajukan, yang menunjukkan bahwa kritiknya berlandaskan penilaian teknis dan bukan hanya reaksi spontan.

Penulis : aqlah az-zahra