Dalam dunia penulisan karya ilmiah, tentu Anda sering menjumpai berbagai istilah atau singkatan asing yang digunakan untuk memudahkan penulisan daftar pustaka maupun catatan kaki. Salah satu singkatan yang sering muncul adalah “loc.cit”. Meski terlihat sederhana, banyak orang masih bertanya-tanya apa sebenarnya arti dari singkatan ini, kapan digunakan, dan bagaimana penerapannya dalam tulisan akademik.
Artikel ini akan membahas secara detail mengenai makna loc.cit, perbedaannya dengan istilah lain, serta contoh penggunaannya dalam penulisan ilmiah agar lebih mudah dipahami.
baca juga : Patofisiologi Terjadinya Batu Ginjal yang Singkat dan Jelas
Loc.Cit adalah Singkatan dari Apa?
Secara etimologis, loc.cit merupakan singkatan dari bahasa Latin “loco citato” yang artinya “pada tempat yang sama seperti yang telah disebutkan”. Istilah ini digunakan dalam catatan kaki (footnote) ketika Anda merujuk pada sumber yang sudah pernah dikutip sebelumnya, dengan halaman yang sama.
Dengan kata lain, loc.cit membantu penulis untuk tidak perlu menuliskan ulang seluruh informasi sumber ketika melakukan pengutipan berulang dari halaman yang identik. Hal ini membuat tulisan lebih ringkas, rapi, dan tetap sesuai kaidah akademik.
Kapan Loc.Cit Digunakan dalam Karya Ilmiah?
Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau penulis yang mengerjakan artikel jurnal. Loc.cit digunakan dalam kondisi berikut:
- Ketika mengutip sumber yang sama seperti pada catatan kaki sebelumnya.
- Halaman yang dikutip sama sehingga tidak ada perubahan informasi yang dirujuk.
- Tidak ada sumber lain yang mengintervensi di antara catatan kaki tersebut.
Sebagai contoh, jika pada catatan kaki nomor 2 Anda menulis:
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers, 2015, hlm. 45.
Lalu pada catatan kaki nomor 3 Anda mengutip sumber yang sama dengan halaman yang identik, cukup ditulis:
Ibid.
Namun, jika jaraknya agak jauh dan Anda ingin tetap merujuk halaman yang sama dari sumber tersebut, maka Anda bisa menggunakan loc.cit.
Apa Bedanya Loc.Cit dengan Ibid. dan Op.Cit?
Banyak orang sering salah kaprah dalam menggunakan istilah Latin ini. Agar tidak bingung, berikut perbedaannya:
- Ibid. (ibidem): berarti “di tempat yang sama”, digunakan ketika sumber yang dikutip langsung sebelumnya sama, termasuk halaman yang identik.
- Loc.Cit (loco citato): digunakan ketika Anda ingin mengutip kembali sumber yang sama dengan halaman identik, tetapi tidak langsung berurutan (ada sumber lain di antaranya).
- Op.Cit (opere citato): berarti “dalam karya yang sudah disebutkan”, digunakan ketika mengutip sumber yang sama tetapi halamannya berbeda.
Jadi, loc.cit menekankan pada “halaman yang sama”, sedangkan op.cit menekankan pada “karya yang sama meskipun halaman berbeda”.
Bagaimana Contoh Penggunaan Loc.Cit yang Benar?
Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat contoh nyata penggunaan loc.cit dalam catatan kaki:
- Catatan Kaki Pertama: Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009, hlm. 123.
- Catatan Kaki Kedua (berbeda sumber): Kartodirdjo, Sartono. Sejarah Indonesia Baru. Yogyakarta: Kanisius, 1993, hlm. 89.
- Catatan Kaki Ketiga (kembali ke sumber Koentjaraningrat, halaman sama): Koentjaraningrat, loc.cit.
Dengan demikian, pembaca langsung tahu bahwa rujukan tersebut masih merujuk pada halaman 123 dari buku Pengantar Ilmu Antropologi.
Mengapa Loc.Cit Masih Penting Diajarkan?
Meski banyak gaya penulisan modern (seperti APA, MLA, atau Chicago) tidak lagi menggunakan loc.cit, op.cit, atau ibid., di Indonesia beberapa kampus dan lembaga pendidikan masih menjadikannya bagian dari pedoman penulisan ilmiah. Ada beberapa alasan mengapa loc.cit tetap relevan:
- Menjaga konsistensi dalam penulisan skripsi atau tesis sesuai aturan kampus.
- Membiasakan mahasiswa memahami tradisi akademik berbasis bahasa Latin.
- Mencegah kesalahan sitasi dengan membedakan antara sumber halaman sama atau berbeda.
Oleh karena itu, pemahaman tentang loc.cit bukan hanya soal hafalan, tetapi juga keterampilan teknis dalam menyusun karya ilmiah yang kredibel.
Apa Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Loc.Cit?
Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan mahasiswa antara lain:
- Menggunakan loc.cit meski halaman berbeda. Padahal seharusnya memakai op.cit.
- Menulis loc.cit tanpa menyebutkan penulis. Padahal wajib ada nama penulis di depannya.
- Menggunakan loc.cit langsung berurutan. Jika langsung berurutan, cukup gunakan ibid.
Kesalahan-kesalahan kecil ini bisa memengaruhi kualitas karya ilmiah, bahkan berpotensi menurunkan nilai karena dianggap tidak mengikuti pedoman penulisan.
Jadi, Singkatnya Loc.Cit Itu Apa?
Singkatnya, loc.cit adalah singkatan dari “loco citato” yang berarti pada tempat yang sama, digunakan untuk mengutip sumber yang sama dengan halaman identik tetapi tidak langsung berurutan dengan catatan kaki sebelumnya.
Dengan memahami perbedaan antara ibid., loc.cit, dan op.cit, penulis karya ilmiah dapat menyusun catatan kaki yang lebih rapi, jelas, dan sesuai kaidah akademik. Bagi mahasiswa, pengetahuan ini sangat penting karena menjadi salah satu kunci penilaian dosen dalam menilai skripsi, tesis, maupun karya tulis ilmiah lainnya.
penulis : Ginasti