Dunia TikTok memang nggak pernah kehabisan tren baru. Mulai dari dance challenge sampai istilah-istilah unik, selalu ada yang menarik untuk dibahas. Belakangan ini, istilah "Low Visual Weight" dan "High Visual Weight" lagi ramai diperbincangkan. Sebenarnya, apa sih maksudnya dan kenapa bisa jadi tren?
Sederhananya, istilah ini dipakai untuk mendeskripsikan gaya berpakaian atau penampilan seseorang berdasarkan seberapa banyak perhatian yang mereka tarik secara visual. "Visual Weight" sendiri merujuk pada seberapa kuat elemen visual (seperti warna, tekstur, atau bentuk) menarik perhatian mata.
Apa Itu Low Visual Weight?
Low Visual Weight (LVW) menggambarkan gaya berpakaian yang cenderung minimalis, sederhana, dan nggak terlalu mencolok. Orang dengan LVW biasanya memilih warna-warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, atau nude. Potongan pakaiannya pun simpel dan klasik, tanpa banyak detail atau aksen yang berlebihan. Mereka lebih mengutamakan kenyamanan dan kesederhanaan dalam berbusana.
Gaya LVW seringkali diasosiasikan dengan kesan elegan, kalem, dan effortless. Orang yang memilih gaya ini biasanya nggak ingin terlalu menonjol, tapi tetap ingin terlihat rapi dan berkelas. Contohnya, padu padan kemeja putih polos dengan celana bahan berwarna krem, atau dress hitam sederhana dengan sedikit aksesoris minimalis.
Kenapa Gaya Low Visual Weight Jadi Populer?
Ada beberapa alasan kenapa gaya LVW semakin digemari. Pertama, gaya ini sangat mudah diaplikasikan dan cocok untuk berbagai suasana. Kamu bisa memakainya untuk pergi bekerja, kuliah, atau sekadar jalan-jalan santai. Kedua, LVW memberikan kesan yang bersih dan rapi, sehingga membuat penampilan terlihat lebih profesional dan terpercaya. Ketiga, gaya ini cenderung timeless alias nggak lekang oleh waktu. Kamu nggak perlu khawatir ketinggalan tren karena LVW selalu relevan dan bisa dipadukan dengan berbagai elemen fashion lainnya.
Lalu, Apa Itu High Visual Weight?
Kebalikan dari LVW, High Visual Weight (HVW) adalah gaya berpakaian yang berani, mencolok, dan penuh perhatian. Orang dengan HVW nggak takut untuk bereksperimen dengan warna-warna cerah, motif yang ramai, tekstur yang unik, atau potongan pakaian yang statement. Mereka suka menambahkan aksesoris yang besar dan menarik, seperti kalung chunky, anting-anting panjang, atau tas dengan warna yang kontras.
Gaya HVW seringkali diasosiasikan dengan kesan percaya diri, kreatif, dan fashionable. Orang yang memilih gaya ini biasanya ingin mengekspresikan diri mereka melalui pakaian dan nggak takut untuk menjadi pusat perhatian. Contohnya, memadukan atasan berwarna neon dengan rok bermotif floral, atau mengenakan jaket kulit dengan detail studded yang mencolok.
Apakah High Visual Weight Selalu Terlihat Norak?
Nggak juga! Kunci dari HVW adalah keseimbangan. Meskipun kamu berani bereksperimen dengan warna dan motif, pastikan keseluruhan penampilan tetap terlihat harmonis dan nggak berlebihan. Pilih satu atau dua elemen yang ingin kamu tonjolkan, lalu padukan dengan elemen lain yang lebih sederhana. Misalnya, jika kamu mengenakan atasan dengan motif yang ramai, padukan dengan celana atau rok berwarna netral. Atau, jika kamu mengenakan aksesoris yang besar, pastikan pakaianmu nggak terlalu mencolok.
Bagaimana Cara Menentukan Gaya yang Tepat?
Sebenarnya, nggak ada aturan baku tentang gaya mana yang lebih baik antara LVW dan HVW. Pilihan gaya tergantung pada preferensi pribadi, kepribadian, dan suasana hati. Yang terpenting adalah kamu merasa nyaman dan percaya diri dengan apa yang kamu kenakan.
- Kenali Diri Sendiri: Pikirkan tentang apa yang membuatmu nyaman dan percaya diri. Apakah kamu lebih suka gaya yang sederhana dan elegan, atau gaya yang berani dan ekspresif?
- Pertimbangkan Situasi: Sesuaikan gaya berpakaianmu dengan situasi atau acara yang akan kamu hadiri. Misalnya, untuk acara formal, gaya LVW mungkin lebih cocok. Sementara untuk acara santai atau pesta, kamu bisa lebih bereksperimen dengan gaya HVW.
- Eksperimen dan Berani Mencoba: Jangan takut untuk mencoba berbagai gaya dan menemukan kombinasi yang paling cocok untukmu. Kamu bisa mencari inspirasi dari majalah fashion, media sosial, atau influencer favoritmu.
Low Visual Weight atau High Visual Weight, Mana yang Lebih Cocok untuk Bentuk Tubuh Tertentu?
Sebenarnya, baik LVW maupun HVW bisa cocok untuk berbagai bentuk tubuh. Yang terpenting adalah memilih potongan pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuhmu dan menonjolkan kelebihanmu. Misalnya, jika kamu memiliki tubuh yang kurus, kamu bisa mengenakan pakaian dengan volume atau detail yang lebih banyak untuk memberikan kesan berisi. Sementara jika kamu memiliki tubuh yang berisi, kamu bisa mengenakan pakaian dengan potongan yang simpel dan warna yang gelap untuk memberikan kesan lebih langsing.
Intinya, tren Low Visual Weight dan High Visual Weight di TikTok hanyalah sebuah panduan atau inspirasi dalam berbusana. Yang terpenting adalah kamu merasa nyaman, percaya diri, dan bisa mengekspresikan diri melalui pakaianmu. Jadi, jangan ragu untuk bereksperimen dan menemukan gaya yang paling cocok untukmu!