Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Macan Tutul Diduga Serang Domba di Kuningan, 106 Ternak Mati

Gambar untuk Macan Tutul Diduga Serang Domba di Kuningan, 106 Ternak Mati

Kemunculan Macan Tutul Gegerkan Warga Desa Kutamandarakan

Warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, dikejutkan dengan kemunculan seekor macan tutul jantan yang masuk ke bangunan lama bekas Balai Desa. Satwa liar yang termasuk hewan dilindungi itu ditemukan berada di salah satu ruangan dan membuat panik warga sekitar.

baca juga:NCL: Bahasa Program Andalan Para Ahli Cuaca

Macan Tutul Diamankan, Akan Direhabilitasi dan Dilepasliarkan

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, yang mengunjungi lokasi menyatakan bahwa macan tutul tersebut berusia sekitar tiga tahun dan berhasil diamankan. Saat ini hewan itu tengah menjalani proses rehabilitasi di lembaga konservasi mitra Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Bandung.

"Macan tutulnya sudah berhasil diamankan. Setelah proses pemulihan, dalam waktu sekitar satu bulan akan dilepasliarkan ke habitat alaminya," ujar Bupati Dian, Selasa (26/8/2025).

Dugaan Serangan Macan Tutul dan Anjing Liar Tewaskan Ratusan Ternak

Kematian Domba di Hantara Picu Kekhawatiran

Dalam beberapa minggu terakhir, warga Kabupaten Kuningan diresahkan oleh kasus kematian ternak. Salah satu yang mencuat adalah kematian domba di Kecamatan Hantara yang diduga kuat akibat serangan macan tutul.

Selain itu, serangan kawanan anjing liar juga dilaporkan di Kecamatan Japara, menyebabkan puluhan ternak mati.

"Dari laporan sementara, total sekitar 106 ekor kambing dan domba menjadi korban. Saya sudah minta BPBD dan BPKAD untuk segera memberikan bantuan kepada peternak terdampak," kata Bupati Dian.

Imbauan Bupati: Jaga Kelestarian Hutan dan Habitat Satwa

Perusakan Hutan Ganggu Rantai Makanan

Bupati Kuningan mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dan tidak merusak habitat satwa liar. Ia menegaskan bahwa terganggunya rantai makanan di alam membuat predator seperti macan tutul turun ke permukiman untuk mencari makan.

"Ini pelajaran penting bagi kita semua. Kami akan segera menggelar diskusi bersama pemerhati lingkungan untuk mengambil langkah lanjut," pungkasnya.


Kronologi Penemuan Macan Tutul: Terjebak di Gedung Lama

Terlihat oleh Pekerja Bangunan

Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, membenarkan bahwa macan tutul tersebut pertama kali terlihat oleh pekerja bangunan yang sedang mengambil perkakas. Setelah melihat hewan liar itu, pekerja lari ketakutan dan hewan tersebut akhirnya masuk lebih dalam ke gedung kosong.

"Warnanya kuning dengan corak hitam. Pertama terlihat Senin malam, dan pagi harinya muncul kembali. Karena berada di ruangan tertutup, hewan tersebut terjebak," jelas Arga.


Proses Evakuasi Macan Tutul oleh Tim Gabungan

Butuh Bantuan Tim BKSDA dan Peralatan Bius

Petugas dari Damkar, BPBD, kepolisian, TNI, serta warga dikerahkan untuk mengamankan lokasi. Namun, karena keterbatasan alat, proses evakuasi baru bisa dilakukan setelah tim BKSDA dari Bandung datang dengan peralatan bius dan kandang pengaman.

"Saat ini macan tutul sudah aman di dalam kandang khusus. Tidak ada potensi bahaya bagi warga," tambah Arga.

baca juga:Rektor UTI mendapatkan ucapan Selamat dari Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) R

Diduga Berasal dari Kawasan Bukit Barisan

Turun ke Permukiman Akibat Krisis Pangan di Hutan

Menurut keterangan BKSDA, macan tutul tersebut kemungkinan besar berasal dari kawasan Bukit Barisan dan tersesat ke pemukiman warga karena krisis makanan di habitat aslinya.

penulis: lili rahma dini