Instruksi Jaksa Agung di Tengah Desakan Keadilan
KUALA LUMPUR — Jaksa Agung Malaysia memerintahkan polisi untuk melakukan penggalian jenazah Zara Qairina Mahathir (13) pada Jumat malam, setelah gelombang protes terjadi di tiga kota di Sabah. Massa menuntut keadilan atas kematian pelajar tersebut, yang ditemukan meninggal pada 17 Juli di luar asrama sekolah Islam di distrik Papar.
Awalnya, polisi menduga Zara jatuh dari lantai tiga gedung asrama. Namun, pihak keluarga mempertanyakan kesimpulan tersebut dan menuduh penyelidikan dilakukan tanpa mengumpulkan bukti yang memadai. Mereka juga mendesak otopsi ulang karena mencurigai adanya unsur tindak pidana.
baca juga : Drama di Balik FIFA Banned PSM Makassar: PT LIB Sebut Belum Clear, Manajemen Klaim Beres
Rekaman Suara Picu Dugaan Tindak Kejahatan
Ketidakpuasan publik memuncak setelah beredarnya rekaman suara Zara yang mengungkap kekhawatirannya terhadap keselamatan dirinya. Rekaman yang dirilis pada Kamis itu memicu spekulasi luas bahwa kematian Zara bukanlah kecelakaan, melainkan akibat tindak kejahatan.
Ratusan warga turun ke jalan di Sandakan, Lahad Datu, dan Tawau pada Jumat malam, meneriakkan slogan “Keadilan untuk Zara” dan menyebut peristiwa itu sebagai pembunuhan. Unggahan di media sosial juga menunjukkan rencana protes lanjutan di berbagai wilayah Sabah, termasuk di Kota Kinabalu pada Minggu.
Pemerintah Tekankan Proses Penyelidikan Transparan
Dalam pernyataannya, kantor Jaksa Agung menegaskan bahwa penggalian dilakukan untuk memperoleh informasi dan bukti tambahan. Dokumen penyelidikan dikembalikan ke polisi dengan catatan adanya celah dalam temuan sebelumnya, disertai arahan langkah yang perlu diambil.
Pengacara keluarga menegaskan bahwa polisi gagal menyelidiki tanda-tanda kekerasan. Ibu Zara, Noraidah Lamat, mengaku melihat memar di punggung putrinya saat mempersiapkan pemakaman. Ia meyakini luka tersebut berasal dari penganiayaan fisik. Noraidah juga menyerahkan ponsel berisi percakapan dengan putrinya kepada pihak kepolisian.
Tuduhan Penutupan Kasus Dibantah Pejabat Sabah
Sejumlah tuduhan muncul bahwa kasus ini ditutup-tutupi untuk melindungi keluarga pejabat tinggi negara bagian Sabah, termasuk Gubernur Musa Aman. Namun, semua pihak yang dituding telah membantah keras keterlibatan mereka.
Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan rumor atau narasi palsu melalui media sosial. Ia menegaskan pentingnya memberi kepercayaan kepada pihak berwenang agar penyelidikan dapat berjalan adil dan tanpa perlindungan terhadap pihak tertentu.
PM Anwar Ibrahim Janjikan Penyelidikan Menyeluruh
Menanggapi sorotan publik, Perdana Menteri Anwar Ibrahim berjanji bahwa kematian Zara akan diselidiki secara menyeluruh dan transparan. Ia menegaskan, “Tidak ada seorang pun yang kebal hukum.”
penulis : Ginasti kurniasih trifosa