Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Mantan Pemain Hoki Kanada Dibebaskan dalam Kasus Pemerkosaan

Kategori: Other
Gambar untuk Mantan Pemain Hoki Kanada Dibebaskan dalam Kasus Pemerkosaan

Seorang hakim di Ontario membebaskan lima mantan anggota tim hoki junior Kanada dalam kasus pemerkosaan yang terjadi di sebuah hotel di London, Ontario. Keputusan ini diumumkan setelah para jaksa gagal membuktikan tuduhan terhadap para pemain tersebut.

Baca juga: Penampakan Toyota Land Cruiser Bekas Pakai Ratu Atut, Dijual dengan Harga Fantastis

Kasus Pemerkosaan yang Menggemparkan

Kelima pemain, yang sekarang berusia antara 25 hingga 27 tahun, menghadapi tuduhan pemerkosaan setelah insiden yang terjadi pada 19 Juni 2018. Mereka diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita di kamar hotel di London, Ontario, setelah berpartisipasi dalam sebuah acara gala dan turnamen golf.

Pada sidang yang berlangsung, hakim Maria Carroccia menyatakan bahwa klaim dari pengadu tidak cukup meyakinkan untuk mendukung dakwaan terhadap Michael McLeod, Carter Hart, Alex Formenton, Dillon Dube, dan Callan Foote. Hakim menyoroti ketidaksesuaian dalam cerita pengadu dan menyatakan bahwa pengadu berusaha menyalahkan orang lain atas ketidakkonsistenan dalam alibinya.

Penyelidikan yang Berlarut-Larut dan Hasil Sidang

Tuduhan ini menjadi perhatian publik setelah bertahun-tahun spekulasi mengenai kasus tersebut, termasuk penyelesaian gugatan, investigasi oleh polisi, serta penyelidikan yang dilakukan oleh NHL. Meski pengadu mengaku menjadi korban pemerkosaan, pengacara para pemain menegaskan bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk membuktikan tindakan kriminal.

Selama sidang, pengacara pembela menunjukkan bukti rekaman video yang memperlihatkan pengadu menyatakan bahwa semuanya "bersifat sukarela". Namun, pengadu menegaskan di pengadilan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan perasaannya yang sebenarnya.

Reaksi Pihak Pengadu dan Tanggapan NHL

Karen Bellehumeur, pengacara dari pihak pengadu, mengungkapkan bahwa kliennya sangat terpukul dengan keputusan pengadilan. Ia merasa tidak dihargai dan diperlakukan tidak adil meskipun telah memenuhi semua permintaan dari sistem peradilan pidana.

Di sisi lain, NHL menyatakan bahwa meskipun para pemain tidak memiliki kontrak aktif, mereka tetap tidak dapat bermain di liga tersebut sementara hasil penyelidikan hakim ditinjau lebih lanjut. NHLPA, asosiasi pemain NHL, menganggap keputusan liga tersebut tidak konsisten dengan prosedur disiplin yang ada dalam perjanjian kerja kolektif mereka.

Baca juga: Muhammad Abdullah Azzam Siswa SMA Al Kautsar Lolos Program Pelajar Lampung di Parlemen

Protes dan Dukungan dari Masyarakat

Protes dari sekelompok masyarakat terlihat di luar pengadilan pada hari Kamis pagi, mendukung pengadu yang identitasnya dirahasiakan sepanjang persidangan. Kasus ini menjadi sorotan setelah polisi menutup penyelidikan awal tanpa ada dakwaan pada awal 2019, namun setelah pengadu menggugat Hockey Canada pada 2022, organisasi tersebut menyelesaikan gugatan tersebut di tengah sorotan publik.

Penyelidikan lebih lanjut oleh polisi dan NHL membuka kembali penyelidikan yang pada akhirnya menghasilkan dakwaan terhadap kelima pemain di awal 2024. Sebelumnya, empat dari pemain tersebut bermain di NHL, sementara yang lainnya bergabung dengan tim Swiss setelah beberapa waktu bermain di liga Kanada.

Penulis: Fiska Anggraini