Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Mau Jadi Server Operations Engineer? Ini 5 Langkah Awal yang Harus Kamu Tahu

Kategori: IT Job
Gambar untuk Mau Jadi Server Operations Engineer? Ini 5 Langkah Awal yang Harus Kamu Tahu

Di era digital sekarang, hampir semua bisnis bergantung pada teknologi, terutama server yang berjalan 24 jam non-stop. Nah, di balik lancarnya sistem server itu, ada sosok penting yang kerjanya mungkin jarang terlihat, tapi super vital—yaitu Server Operations Engineer.

Kalau kamu lagi nyari jalur karier yang stabil, menantang, dan penuh peluang, profesi ini bisa jadi pilihan yang keren banget. Tapi, gimana sih cara mulai masuk ke dunia Server Operations? Gimana biar dilirik perusahaan? Yuk, kita bahas 5 langkah awal yang bisa bantu kamu wujudkan cita-cita jadi Server Operations Engineer.

baca juga: Rahasia Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dalam Olahraga agar Performa Maksimal

1. Pahami Dulu Apa Itu Server Operations Engineer

Sebelum terjun ke profesi apa pun, wajib hukumnya buat paham dulu jobdesk-nya. Server Operations Engineer adalah orang yang bertanggung jawab atas performa, keamanan, dan stabilitas server yang digunakan oleh perusahaan. Mulai dari install server, monitoring, patching, backup, hingga troubleshooting kalau ada masalah.

Mereka juga harus siap siaga, bahkan di luar jam kerja, karena server bisa “ngambek” kapan saja. Jadi, selain skill teknis, kamu juga harus punya mental tahan banting.

Tools yang biasa digunakan:

  • Linux (Ubuntu, CentOS, Debian)
  • Monitoring tools (Nagios, Zabbix, Grafana)
  • Backup tools (Veeam, rsync, Bacula)
  • Automation tools (Ansible, Puppet)
  • Cloud platform (AWS, Azure, GCP)

2. Perkuat Dasar IT dan Networking Kamu

Server Operations bukan kerjaan yang bisa asal nekat. Kamu perlu punya pemahaman dasar yang kuat di bidang IT, terutama sistem operasi dan jaringan.

Hal-hal yang wajib kamu kuasai di awal:

  • Cara kerja sistem operasi Linux (karena mayoritas server berbasis Linux)
  • Konsep IP Address, DNS, DHCP, Subnetting
  • Dasar-dasar keamanan jaringan (firewall, SSH, VPN)
  • Perintah dasar di terminal/command line
  • Cara kerja storage dan sistem file

Kamu bisa mulai belajar lewat platform online kayak Coursera, Udemy, Dicoding, atau bahkan YouTube. Banyak banget resource gratis yang bisa kamu manfaatkan.

3. Mulai Bangun Pengalaman Lewat Project Kecil

Nggak punya pengalaman kerja? Gak masalah. Mulailah dari hal kecil, kayak bikin lab server sendiri di rumah. Kamu bisa install Linux di laptop atau pakai VirtualBox buat simulasi.

Ide project kecil yang bisa kamu coba:

  • Setup server web (pakai Apache/Nginx)
  • Setup DNS server sendiri
  • Setup file server atau cloud storage pribadi (Nextcloud misalnya)
  • Monitoring server sendiri pakai Grafana + Prometheus

Project kayak gini nggak cuma bikin kamu makin paham, tapi juga bisa kamu masukin ke portfolio pas lamar kerja nanti. Kalau bisa, dokumentasikan semua di blog pribadi atau GitHub biar calon recruiter bisa lihat hasil kerja kamu.

4. Ambil Sertifikasi yang Relevan

Sertifikasi memang bukan segalanya, tapi bisa jadi nilai tambah besar saat kamu bersaing di dunia kerja. Apalagi buat pemula yang belum punya pengalaman, sertifikat bisa jadi bukti konkret bahwa kamu punya kemampuan yang dibutuhkan.

Beberapa sertifikat yang cocok buat Server Operations Engineer pemula:

  • CompTIA Linux+
  • LPIC-1 (Linux Professional Institute Certification)
  • RHCSA (Red Hat Certified System Administrator)
  • CompTIA Network+
  • Microsoft AZ-900 (kalau kamu tertarik cloud)
  • AWS Certified Cloud Practitioner

Sertifikasi juga bisa menunjukkan kalau kamu serius dan komit untuk berkarier di bidang ini.

baca juga: FEB Teknokrat Hadirkan Vice President Pegadaian: Bedah Peluang Investasi Emas

5. Mulai Apply dan Jangan Takut Ditolak

Kalau skill dasar udah kamu punya, project udah kamu jalanin, dan mungkin udah punya satu dua sertifikat—ini saatnya kamu mulai apply kerjaan.

Mulailah dari posisi entry-level seperti:

  • IT Support
  • System Administrator Junior
  • NOC Engineer
  • Junior DevOps (kalau kamu udah belajar automation)

Posisi-posisi ini bisa jadi batu loncatan menuju Server Operations Engineer. Dan yang paling penting: jangan takut ditolak. Setiap penolakan itu bagian dari proses. Terus belajar, perbaiki CV, dan upgrade skill kamu.

Bonus Tips: Bikin LinkedIn dan Gabung Komunitas

Jangan remehin kekuatan networking, lho. Banyak lowongan kerja yang nggak dipublikasikan secara umum, tapi disebar di komunitas atau lewat koneksi pribadi. Maka dari itu, penting banget buat kamu:

  • Aktif di LinkedIn, posting tentang project kamu
  • Gabung grup Telegram atau Discord seputar SysAdmin / DevOps
  • Ikut webinar atau event tech lokal

Selain bisa nambah wawasan, kamu juga bisa nemu mentor yang bisa bantu arahkan kamu ke jalur yang tepat.

Kesimpulan

Menjadi Server Operations Engineer bukan hal yang mustahil, bahkan buat kamu yang baru mulai dari nol. Kuncinya ada di kemauan buat belajar, praktek, dan terus konsisten. Dunia IT itu luas, dan selalu butuh orang-orang yang bisa menjaga agar sistem tetap jalan lancar di balik layar.

Recap 5 langkah awalnya:

  1. Pahami dulu peran Server Operations Engineer
  2. Kuatkan dasar IT dan networking
  3. Bangun pengalaman lewat project kecil
  4. Ambil sertifikasi biar makin kredibel
  5. Apply kerja dan jangan gampang nyerah

Semangat, ya! Siapa tahu beberapa bulan ke depan, kamu udah duduk di balik layar sistem server perusahaan besar.

Penulis: Tanjali Mulia Nafisa