Logo Universitas Teknokrat Indonesia

MEMBEDAH BIAYA CAMPURAN: Panduan Lengkap Metode High-Low untuk Memisahkan Biaya Tetap dan Variabel

Gambar untuk MEMBEDAH BIAYA CAMPURAN: Panduan Lengkap Metode High-Low untuk Memisahkan Biaya Tetap dan Variabel

Dalam akuntansi manajemen, biaya suatu perusahaan sering kali terbagi menjadi tiga kategori: biaya tetap (yang tidak berubah dengan volume produksi, seperti sewa), biaya variabel (yang berubah sebanding dengan volume, seperti bahan baku), dan biaya campuran atau mixed cost (yang mengandung kedua komponen, seperti listrik pabrik atau biaya pemeliharaan).

Metode High-Low (Titik Tertinggi dan Terendah) adalah teknik yang cepat dan sederhana untuk memisahkan komponen tetap dan variabel dalam biaya campuran. Pemisahan ini sangat penting untuk:

  1. Pengambilan Keputusan: Menentukan harga jual, mengendalikan biaya, dan menganalisis titik impas (break-even point).
  2. Perencanaan dan Penganggaran: Membuat anggaran fleksibel yang akurat berdasarkan tingkat aktivitas yang berbeda.

Meskipun metode ini hanya menggunakan dua titik data ekstrem (tertinggi dan terendah), efisiensinya menjadikannya alat yang populer untuk estimasi cepat. Artikel ini akan menyajikan contoh soal kasus lengkap dan langkah-langkah penyelesaiannya.

baca juga:Tips Biar HR Langsung Lirik Kamu Buat Posisi Multi Cloud DevOps Engineer


1. Konsep Dasar dan Formula Kunci

Tujuan utama Metode High-Low adalah menemukan nilai 'a' (Biaya Tetap) dan 'b' (Biaya Variabel per Unit) dalam persamaan biaya linier:

$$Y = a + bX$$

Di mana:

  • $Y$ = Total Biaya Campuran
  • $a$ = Total Biaya Tetap
  • $b$ = Biaya Variabel per Unit Aktivitas (Disebut juga Slope)
  • $X$ = Tingkat Aktivitas (misalnya, jam kerja mesin, unit produksi)

Dua rumus utama yang digunakan dalam metode ini adalah:

  1. Menghitung Biaya Variabel per Unit (b):$$b = \frac{\text{Biaya Tertinggi} - \text{Biaya Terendah}}{\text{Aktivitas Tertinggi} - \text{Aktivitas Terendah}}$$
  2. Menghitung Biaya Tetap (a):$$\text{a} = \text{Total Biaya Tertinggi} - (\text{b} \times \text{Aktivitas Tertinggi})$$ATAU$$\text{a} = \text{Total Biaya Terendah} - (\text{b} \times \text{Aktivitas Terendah})$$

2. Studi Kasus: Biaya Pemeliharaan PT. Tirta Abadi

PT. Tirta Abadi mencatat biaya pemeliharaan mesin pabrik (biaya campuran) selama enam bulan terakhir, bersama dengan jam kerja mesin yang digunakan (sebagai tingkat aktivitas).

BulanJam Kerja Mesin (X)Total Biaya Pemeliharaan (Y) (Rp)
Januari8.00012.000.000
Februari6.5009.800.000
Maret9.00013.500.000
April7.50011.000.000
Mei10.00014.800.000
Juni5.0008.500.000

Soal Kasus:

Berdasarkan data di atas, gunakan Metode High-Low untuk:

  1. Mengidentifikasi titik aktivitas tertinggi dan terendah.
  2. Menghitung Biaya Variabel per Jam Mesin ($b$).
  3. Menghitung Total Biaya Tetap bulanan ($a$).
  4. Menyusun persamaan biaya pemeliharaan.
  5. Memperkirakan total biaya pemeliharaan jika perusahaan beroperasi pada 8.500 jam mesin pada bulan Juli.

3. Langkah-Langkah Penyelesaian (Jawaban)

Langkah 1: Identifikasi Titik Tertinggi dan Terendah

Langkah pertama adalah memilih titik data berdasarkan tingkat aktivitas ($X$), bukan total biaya ($Y$).

  • Titik Tertinggi (High Point):
    • Aktivitas Tertinggi ($X_2$) = 10.000 Jam (Bulan Mei)
    • Biaya Tertinggi ($Y_2$) = Rp14.800.000
  • Titik Terendah (Low Point):
    • Aktivitas Terendah ($X_1$) = 5.000 Jam (Bulan Juni)
    • Biaya Terendah ($Y_1$) = Rp8.500.000

baca juga:Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Hadiri Rakornas Aptikom 2025 Lampung di Hotel Novotel


Langkah 2: Hitung Biaya Variabel per Jam Mesin ($b$)

Gunakan rumus selisih biaya dibagi selisih aktivitas:

$$b = \frac{Y_2 - Y_1}{X_2 - X_1}$$

$$b = \frac{\text{Rp14.800.000} - \text{Rp8.500.000}}{10.000 \text{ Jam} - 5.000 \text{ Jam}}$$

$$b = \frac{\text{Rp6.300.000}}{5.000 \text{ Jam}}$$

$$b = \text{Rp1.260 per Jam Mesin}$$

Jawaban 2: Biaya Variabel per Jam Mesin ($b$) adalah Rp1.260.


Langkah 3: Hitung Biaya Tetap Bulanan ($a$)

Gunakan nilai $b$ yang sudah ditemukan (Rp1.260) dan salah satu titik (tertinggi atau terendah). Kita akan menggunakan Titik Tertinggi:

$$\text{a} = \text{Total Biaya Tertinggi} - (\text{b} \times \text{Aktivitas Tertinggi})$$

$$\text{a} = \text{Rp14.800.000} - (\text{Rp1.260} \times 10.000 \text{ Jam})$$

$$\text{a} = \text{Rp14.800.000} - \text{Rp12.600.000}$$

$$\text{a} = \text{Rp2.200.000}$$

(Pengecekan menggunakan Titik Terendah):

$$\text{a} = \text{Rp8.500.000} - (\text{Rp1.260} \times 5.000 \text{ Jam})$$

$$\text{a} = \text{Rp8.500.000} - \text{Rp6.300.000}$$

$$\text{a} = \text{Rp2.200.000}$$

Jawaban 3: Total Biaya Tetap bulanan ($a$) adalah Rp2.200.000.


Langkah 4: Susun Persamaan Biaya Pemeliharaan

Setelah menemukan $a$ dan $b$, persamaan biaya pemeliharaan menjadi:

$$Y = \text{Rp2.200.000} + \text{Rp1.260}X$$

Jawaban 4: Persamaan Biaya Pemeliharaan adalah $\mathbf{Y = \text{Rp2.200.000} + \text{Rp1.260}X}$.


Langkah 5: Estimasi Biaya di Masa Depan

Hitung total biaya pemeliharaan ($Y$) jika Jam Kerja Mesin ($X$) diasumsikan 8.500 jam pada bulan Juli:

$$Y = \text{Rp2.200.000} + (\text{Rp1.260} \times 8.500)$$

$$Y = \text{Rp2.200.000} + \text{Rp10.710.000}$$

$$Y = \text{Rp12.910.000}$$

Jawaban 5: Perkiraan total biaya pemeliharaan untuk 8.500 jam mesin adalah Rp12.910.000.

penulis:Anis puspita sari