Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Mendapatkan posisi sebagai IT Infrastructure Administrator mungkin terkesan seperti tugas besar—apalagi kalau kamu baru mulai berkarier di bidang IT. Tapi sebenarnya, banyak hal yang bisa kamu persiapkan sejak dini agar prosesnya jadi lebih lancar dan tanpa ribet. Di artikel ini aku bakal membagi rahasia‑rahasia yang selama ini aku atau teman‑teman di dunia TI pakai agar peluang diterima kerja jadi makin besar. Yuk, simak bareng-bareng!

Kategori: Uncategorized

baca juga: Mahasiswa Teknokrat Raih Juara 1 dan Best Presentation di Pesta Ilmiah Sriwijaya 2025

1. Pahami dulu apa tugas dari seorang Infrastructure Administrator

Sebelum kamu melamar, penting banget untuk tahu apa yang akan kamu kerjakan. Beberapa tugas umum seorang IT Infrastructure Administrator antara lain:

  • Membangun dan memelihara server (on‑premise atau di cloud)
  • Mengelola jaringan (router, switch, firewall)
  • Monitoring sistem dan performa infrastruktur
  • Backup dan disaster recovery
  • Keamanan (security patching, antivirus, IPS/IDS)
  • Troubleshooting ketika ada masalah

Kalau kamu sudah tahu pekerjaan pokoknya, kamu bisa lebih siap menjawab pertanyaan wawancara dan mempersiapkan skill yang tepat.

2. Kuasai skill teknis yang jadi “uang”

Skill teknis adalah bahan bakar utama agar kamu bisa “hidup” di posisi ini. Beberapa skill yang paling sering dicari:

KategoriContoh Skill
Sistem OperasiLinux (CentOS, Ubuntu Server), Windows Server
Virtualisasi & CloudVMware, Hyper‑V, AWS, Azure, GCP
JaringanTCP/IP, VLAN, routing, switching, firewall
Storage & BackupSAN, NAS, backup software, snapshot
Monitoring & OtomasiNagios, Zabbix, Prometheus, Ansible, Terraform
KeamananHardening OS, patch management, SSL/TLS, VPN

Kalau kamu belum menguasai semua, fokus dulu ke yang paling penting dan cari proyek kecil untuk latihan. Contohnya: buat server Linux sendiri di laptop dengan VirtualBox, lalu praktekkan konfigurasi jaringan dan backup.

3. Bangun portofolio nyata

Perusahaan suka ketika kamu bisa menunjukkan pengalaman nyata — bukan cuma teori. Beberapa ide portofolio yang bisa kamu kerjakan:

  • Proyek pribadi: bangun mini lab di rumah (server + router + switch)
  • Kontribusi open source: ikut bantu proyek monitoring, konfigurasi infrastruktur
  • Magang atau kerja part‑time: meskipun kecil, pengalaman praktis sangat dihargai
  • Dokumentasi proyek: catat setup, tantangan, solusi, hasilnya

Kalau kamu bisa tunjukkan portofolio yang bisa diakses (misalnya di GitHub, blog pribadi, atau dokumentasi PDF), HR atau pewawancara akan lebih percaya bahwa kamu benar-benar bisa.

4. Belajar soft skill yang nggak kalah penting

Kadang orang fokus ke skill teknis, tapi melupakan kemampuan “manusiawi” yang juga sangat dibutuhkan:

  • Komunikasi: kamu harus bisa menjelaskan masalah teknis ke orang non‑teknis (misalnya manajer)
  • Problem solving: ketika ada masalah, kamu harus bisa cepat cari akar penyebab dan solusinya
  • Kerja tim: infrastruktur TI sering terkait banyak bagian, kamu harus bisa kolaborasi
  • Manajemen waktu & prioritas: banyak tugas kritis yang harus diselesaikan cepat

Kalau kamu punya pengalaman organisasi, kepanitiaan, atau proyek kelompok, bisa gunakan itu untuk memperlihatkan soft skill kamu.

5. Siapkan CV & surat lamaran yang menarik

CV dan surat lamaran adalah pintu pertama kamu dikenal oleh perusahaan. Tips agar menarik:

  • Tulis ringkasan (summary) singkat: siapa kamu, pengalaman paling kuat, dan target pekerjaan sebagai Infrastructure Administrator
  • Masukkan skill teknis & sertifikasi (jika ada)
  • Jelaskan pengalaman (projek, magang, pekerjaan) dengan detail: apa yang kamu kerjakan, teknologi apa yang dipakai, ukuran proyek, tantangan & hasilnya
  • Jika punya portofolio atau link GitHub / blog teknis, cantumkan
  • Gunakan kata kunci seperti “Linux”, “networking”, “virtualization”, “cloud”, “infrastructure”, yang kemungkinan dicari HR atau sistem ATS

Surat lamaran bisa singkat — fokus ke kenapa kamu tertarik dengan perusahaan itu, dan apa yang bisa kamu kontribusikan.

6. Manfaatkan jaringan & komunitas

Kadang peluang terbaik datang dari orang yang kamu kenal. Berikut cara memanfaatkan:

  • Bergabung di komunitas IT lokal atau online (misalnya grup Linux, jaringan, cloud)
  • Hadiri meetup, workshop, atau seminar TI
  • Aktif di media sosial profesional (LinkedIn, GitHub, forum)
  • Tanyakan ke teman atau alumni apakah mereka tahu ada lowongan

Lewat jaringan, info lowongan bisa lebih cepat sampai ke kamu, dan rekomendasi dari orang dalam sangat membantu.

baca juga: Mahasiswa Teknokrat Raih Juara 1 dan Best Presentation di Pesta Ilmiah Sriwijaya 2025

7. Persiapan saat melamar & wawancara

Ketika kamu melamar, siapin hal-hal berikut agar kamu tampil maksimal:

  • Pelajari perusahaan: apa produk / layanan mereka, infrastrukturnya kemungkinan seperti apa
  • Prediksi pertanyaan teknis: misalnya konfigurasikan server Linux, jelaskan routing, firewall, backup strategy
  • Latih presentasi proyek portofolio kamu
  • Kerjakan latihan soal atau simulasi wawancara (ada banyak di internet)
  • Persiapkan pertanyaan ke pewawancara: tentang tim, teknologi yang dipakai, rencana infrastruktur perusahaan

Di hari wawancara, pastikan datang tepat waktu, berpakaian rapi tapi nyaman, dan percaya diri.

8. Sertifikasi bisa jadi nilai plus

Sertifikasi resmi bisa memperkuat kredibilitasmu. Beberapa sertifikasi yang sering dihargai:

  • CompTIA Network+, Security+
  • Cisco CCNA / CCNP
  • Microsoft Certified: Azure Administrator
  • AWS Certified Solutions Architect / SysOps
  • Red Hat Certified System Administrator (RHCSA)

Tapi jangan anggap sertifikasi sebagai pengganti pengalaman nyata — sertifikasi paling baik digunakan sebagai pendukung.

9. Terus belajar & update

Dunia IT berubah cepat. Agar tetap relevan:

  • Ikuti blog, kanal YouTube, podcast tentang infrastruktur, cloud, keamanan
  • Coba teknologi baru di lab pribadi
  • Ikut kursus atau bootcamp
  • Baca dokumentasi resmi, ikuti rilis software baru

Semakin kamu tahu tren terbaru (misalnya container, Kubernetes, infrastruktur sebagai kode), makin menarik kamu di mata recruiter.

10. Jangan menyerah & evaluasi diri

Meskipun kamu sudah melakukan semua tips, bisa saja lamaran belum membuahkan hasil langsung. Hal-hal yang bisa kamu lakukan:

  • Evaluasi feedback dari wawancara (jika ada)
  • Perbaiki bagian CV, portofolio, atau cara komunikasi
  • Tingkatkan skill di area yang lemah
  • Jangan memaksakan diri ke posisi terlalu tinggi dulu — mulai dari posisi junior / infrastrukturnya skala kecil

Semangat itu penting. Kadang dibutuhkan waktu dan banyak pengalaman kecil sebelum kamu bisa “naik level”.

Penutup

Mendapatkan pekerjaan sebagai IT Infrastructure Administrator memang butuh persiapan, tapi bukan berarti nggak bisa dilakukan dengan santai dan tanpa drama. Fokuslah pada skill teknis, portofolio nyata, jaringan, dan persiapan wawancara. Dengan usaha konsisten dan percaya diri, peluangmu untuk “disuka” perusahaan jadi makin besar.

Penulis: Tanjali Mulia Nafisa