Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Mengapa Kita Perlu Menghentikan Stigma Terhadap Penggunaan Helm dan Kenapa Kita Semua Harus Memakainya

Kategori: Other
Gambar untuk Mengapa Kita Perlu Menghentikan Stigma Terhadap Penggunaan Helm dan Kenapa Kita Semua Harus Memakainya

Helm seringkali dipandang sebelah mata, terutama oleh anak-anak yang mengendarai e-scooter dan e-bike. Banyak yang tidak sadar bahwa helm bisa menjadi penyelamat hidup, dan sudah saatnya kita untuk menghentikan stigma tersebut dan mulai memakainya dengan lebih sering.

Baca juga: Horoskop Kerja Bulanan Anda untuk Agustus 2025: Apa yang Diharapkan Berdasarkan Zodiak Anda

1. Tren Penggunaan Helm di Kalangan Anak Muda yang Menurun

Ketika kita melihat anak-anak yang meluncur di jalan dengan e-scooter atau e-bike, banyak dari mereka yang tidak memakai helm. Padahal, ini adalah kendaraan yang bergerak cepat, dengan risiko cedera yang tinggi jika terjadi kecelakaan. Meski ada undang-undang yang mewajibkan anak-anak di bawah usia 16 tahun untuk memakai helm, kenyataannya banyak yang mengabaikannya.

2. Stigma terhadap Helm: Masalah Lama yang Belum Teratasi

Dulu, mengenakan helm seringkali dipandang sebagai sesuatu yang tidak keren. Banyak dari kita lebih memilih untuk terlihat gaya dan bebas tanpa helm, meski risiko cedera kepala sangat tinggi. Penulis mengungkapkan bahwa ada kalanya kita semua perlu mengenakan helm tidak hanya saat beraktivitas berbahaya, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

3. De-Stigmatization Helm: Mengapa Kita Perlu Mengubah Cara Pandang Tentang Helm

Masalah utama dengan helm adalah sering kali dianggap tidak modis atau membuat seseorang terlihat aneh. Penulis mencoba mengatasi masalah ini dengan membeli topi keras yang sering digunakan pekerja konstruksi. Menurutnya, hard hats adalah solusi untuk mengenakan pelindung kepala tanpa terlihat aneh. Ini bisa menjadi cara untuk membuat helm lebih diterima di masyarakat.

4. Solusi: Membeli Hard Hat dan Mengubah Pandangan Masyarakat

Penulis menyarankan agar kita mulai mengenakan hard hats sebagai pengganti helm biasa. Hal ini bisa mengubah persepsi masyarakat, karena dengan hard hats, kita tetap aman dan terlihat seperti pekerja konstruksi tanpa terlihat aneh. Ini bisa menjadi langkah untuk mendestigmatisasi penggunaan pelindung kepala dan membuatnya lebih diterima, terutama di kalangan anak muda.

Baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia Resmi Kukuhkan Wisudawan, LLDIKTI Dorong Jadi Generasi Profesional dan Mandiri

5. Langkah Menuju Perubahan: Mempopulerkan Penggunaan Helm untuk Semua

Agar anak-anak dan remaja tidak lagi merasa malu memakai helm saat berkendara, perlu adanya perubahan pola pikir. Jika itu berarti kita semua mulai mengenakan hard hat secara rutin, maka mari lakukan itu demi keselamatan anak-anak kita dan juga untuk masa depan yang lebih aman.

Penulis: Fiska Anggraini