Klub Legendaris Belanda, Rumah Baru Bagi Bek Timnas Indonesia
Fortuna Sittard resmi menjadi klub baru Justin Hubner, bek muda berbakat Timnas Indonesia. Setelah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dengan opsi perpanjangan satu musim, Hubner kini bersiap menjalani karier profesional pertamanya di Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda.
Keputusan Hubner bergabung dengan Fortuna bukan hanya tentang melanjutkan karier, tetapi juga menjadi bagian dari klub yang punya jejak historis penting dalam perkembangan sepak bola profesional di Belanda.
Baca juga :Prabowo dan PM Anwar Bahas Kerja Sama Blok Ambalat di Jakarta
Lahir dari Dua Klub, Fortuna Jadi Pelopor Profesionalisme
Fortuna Sittard berdiri pada tahun 1968 melalui penggabungan dua klub: RKSV Sittardia dan Fortuna '54. Sittardia, klub amatir yang didirikan tahun 1950, bersatu dengan Fortuna '54, klub profesional pertama di Belanda yang dibentuk oleh pengusaha Gied Joosten pada 1954.
Gied Joosten punya peran revolusioner: ia memperkenalkan sistem pembayaran kepada pemain sepak bola di Belanda. Hal ini menjadikan Fortuna '54 sebagai pionir profesionalisme dalam sepak bola Belanda, menghadirkan bintang-bintang seperti Frans de Munck dan Bram Appel.
Situs resmi klub menyebutkan, "Fortuna adalah pelopor penting dalam pembentukan sistem sepak bola profesional di Belanda seperti yang kita kenal sekarang."
Pernah Berjaya, Pernah Terpuruk
Pada akhir 1950-an hingga 1960-an, Fortuna '54 sempat menjuarai Piala KNVB dua kali (1956–57 dan 1963–64). Setelah merger, Fortuna Sittard meraih promosi ke Eredivisie pada awal 1980-an dan bahkan sempat tampil di kompetisi Eropa musim 1983/1984 setelah menjadi finalis KNVB Cup.
Meski langkah mereka terhenti di perempat final Piala Winners melawan Everton, periode ini menandai puncak kejayaan klub. Nama-nama besar seperti Mark van Bommel, Fernando Ricksen, dan Kevin Hofland lahir dari akademi Fortuna.
Namun, klub mengalami masa-masa kelam. Pada tahun 2002 mereka terdegradasi dan nyaris kehilangan status profesional pada 2009 akibat krisis finansial. Beruntung, dukungan suporter yang luar biasa mampu menyelamatkan keberlangsungan klub.
Investor Turki Datang, Fortuna Sittard Bangkit
Kebangkitan dimulai pada 2016 saat investor asal Turki, Isitan Gun, mengambil alih klub dan menyuntikkan visi baru. Lewat investasi dan restrukturisasi, Fortuna Sittard sukses kembali ke Eredivisie pada 2018, setelah absen selama 16 tahun.
Kehadiran pemain-pemain berdarah Indonesia seperti Ragnar Oratmangoen turut menambah warna pada perjalanan klub. Musim lalu (2024/2025), Fortuna mengakhiri kompetisi di posisi ke-11, menunjukkan stabilitas yang semakin meningkat di liga utama.
Apa yang Menjadikan Fortuna Sittard Unik?
- Pelopor Profesionalisme: Klub pertama yang menggaji pemain di Belanda.
- Sejarah Kuat: Lahir dari dua tim dengan fondasi berbeda — amatir dan profesional.
- Akademi Berkualitas: Melahirkan pemain top Belanda seperti Van Bommel.
- Dukungan Fanatik: Pernah diselamatkan oleh para suporter dari kebangkrutan.
- Kiprah di Eropa: Pernah menembus perempat final kompetisi UEFA.
Harapan Baru Bersama Justin Hubner
Bergabungnya Justin Hubner membawa harapan besar bagi lini pertahanan Fortuna Sittard. Dengan pengalaman di Inggris bersama Wolverhampton Wanderers dan delapan caps bersama klub Jepang, Hubner diyakini bisa menjadi elemen penting untuk membawa Fortuna menembus papan atas Eredivisie.
Apalagi, debutnya di musim 2025/2026 bisa langsung mempertemukannya dengan Dean James — rekan sesama pemain Timnas Indonesia yang bermain untuk Go Ahead Eagles. Ini bisa menjadi pembuka cerita menarik dalam karier Hubner di tanah kelahirannya.
Penulis : Naysila pramuditha azh zahra