Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Mengenang Penembakan Menara UT 59 Tahun Setelah Tragedi

Kategori: Other
Gambar untuk Mengenang Penembakan Menara UT 59 Tahun Setelah Tragedi

Hari Peringatan Penembakan Menara UT pada 1 Agustus 1966

Pada hari Jumat ini, kita memperingati 59 tahun sejak tragedi penembakan di Menara Universitas Texas (UT). Pada tanggal 1 Agustus 1966, seorang pria bernama Charles Whitman menyamar sebagai petugas kebersihan dan membawa tas berisi senjata ke puncak Menara UT.

Whitman memasang posisi di dek observasi menara dan mulai menembak orang-orang di bawahnya.

Baca juga: 25 Penumpang Cedera pada Penerbangan Delta yang Dialihkan ke MSP Setelah Mengalami Turbulensi Parah

Kisah Forrest Preece: Hampir Menjadi Korban

"Forrest Preece, seorang warga Austin yang juga seorang mahasiswa pada saat penembakan, mengenang peristiwa tersebut. Dia mengatakan, 'Pada sekitar pukul 11:53 pagi, saya hampir saja tertembak oleh penembak di menara.' Preece mengungkapkan bahwa seorang pria yang berdiri hanya empat kaki di sebelah kanannya, tewas akibat tembakan fatal."

Preece mengatakan bahwa pada saat itu ia sedang makan di The Drag dan setelah mendengar ada yang terjadi di luar, mereka keluar untuk mencari tahu. Setelah mendengar tembakan yang datang ke arah mereka, Preece dan teman-temannya segera lari masuk untuk berlindung.

Preece mengungkapkan, "Tidak ada satu hari pun dalam 59 tahun terakhir yang tidak saya pikirkan tentang kejadian itu, dan pada tanggal 1 Agustus, semuanya kembali menghantui saya."

Tragedi Penembakan di UT Tower: 17 Orang Tewas, Lebih dari 30 Terluka

Video yang diambil pada hari tragis itu memperlihatkan para mahasiswa berlarian ke segala arah mencari perlindungan, dan banyak di antara mereka yang tewas. Total, 17 orang tewas dan lebih dari 30 lainnya terluka akibat tembakan Whitman yang menggunakan beberapa senjata dan menembakkan sekitar 150 peluru.

Memperingati Para Korban di UT

Pada hari peringatan tersebut, Preece dan istrinya, Linda, menghabiskan waktu untuk memberikan penghormatan kepada para korban dengan mengunjungi beberapa makam dan monumen peringatan di kampus UT.

Preece mengungkapkan, "Peristiwa itu memberikan dampak besar dalam hidup saya, dan salah satu alasan saya aktif secara sosial serta memberikan kontribusi terbaik untuk kebaikan di kota ini adalah karena saya merasa mendapat kesempatan kedua dalam hidup hari itu."

Baca juga: Wisuda Universitas Teknokrat 2025 Diwarnai Orasi Mahasiswa Bertema Perubahan Karakter Pemuda di Era Digital

Akhir Tragedi: Penembakan Berakhir oleh Polisi

Penembakan itu berakhir pada pukul 1:24 siang ketika Whitman akhirnya dihadang dan ditembak oleh polisi Ramiro Martinez dan Houston McCoy, yang berhasil menghentikan aksi penembakan brutal tersebut.

Memperingati Tragedi: Setiap tahun, warga dan mahasiswa UT mengenang peristiwa tragis ini, mengenang korban, dan menghormati keberanian yang ditunjukkan oleh mereka yang terlibat dalam menghentikan penyerangan.

Penulis: Fiska Anggraini