Sebagai seorang guru dan pendidik jurnalistik, saya awalnya merasa cemas dan khawatir ketika pertama kali mencoba menggunakan ChatGPT. Saya khawatir ada yang memantau saya di dunia maya dan memberi peringatan jika saya mengetikkan frasa yang tidak seharusnya. Namun, setelah mencobanya, saya merasa lega. Ternyata, ChatGPT sangat bermanfaat dan membantu saya dalam banyak hal di ruang kelas.
baca juga:Bocah Putus Sekolah di Parungpanjang Terima Bantuan Rp15 Juta dari Gubernur Dedi Mulyadi
Manfaat AI bagi Guru: Meningkatkan Efisiensi dan Personalisasi Pengajaran
Banyak guru khawatir tentang siswa yang menggunakan AI untuk menyontek. Namun, kita sering melupakan bagaimana AI bisa membantu guru dalam menjalankan tugas-tugas sehari-hari. Saya mulai menggunakan ChatGPT untuk menyesuaikan materi pelajaran agar lebih mudah dipahami oleh siswa. Misalnya, saat mengikuti program bimbingan intensif selama 16 minggu di sekolah, materi yang ada tidak efektif. Dengan bantuan ChatGPT, saya bisa mengubah dan menyederhanakan materi tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa.
Kustomisasi Pelajaran yang Lebih Mudah dengan AI
Dengan bantuan AI, saya bisa dengan cepat membuat soal latihan, grafik batang dengan tema tertentu, hingga materi pelajaran seperti pecahan untuk anak-anak. Saya juga mulai bereksperimen dengan berbagai desain permainan edukatif, seperti Bingo, untuk membuat belajar menjadi lebih menyenangkan. AI memungkinkan saya untuk berinovasi dengan cepat tanpa menghabiskan banyak waktu.
AI di Rumah: Membantu Belajar dengan Efisien
Selain di kelas, saya juga menggunakan ChatGPT di rumah bersama anak saya yang duduk di kelas 6. Misalnya, ketika anak saya perlu belajar tentang konsep perubahan wujud zat atau sejarah Tiongkok kuno, saya memanfaatkan AI untuk membuat kuis pilihan ganda dengan kunci jawaban yang bisa disiapkan dalam waktu singkat. Bahkan, saya pernah meminta AI untuk membuat kuis tentang cara mengenali berita palsu, yang ternyata sangat membantu dalam proses belajar bersama.
AI Tidak Menggantikan Guru, Tetapi Membantu Meringankan Beban
Meskipun ChatGPT sangat membantu, saya menyadari bahwa AI tidak akan pernah menggantikan peran seorang guru. AI tidak bisa memberikan dukungan emosional ketika seorang siswa merasa sedih atau cemas setelah mendapatkan nilai rendah. Selain itu, AI juga tidak bisa memutuskan kapan siswa perlu beristirahat atau pergi ke ruang perawat sekolah. AI juga tidak bisa memahami secara mendalam mengapa seorang siswa menguasai satu konsep, tetapi kesulitan dengan yang lainnya.
baca juga:Muhammad Abdullah Azzam Siswa SMA Al Kautsar Lolos Program Pelajar Lampung di Parlemen
Menggunakan AI dengan Bijak: Meningkatkan Efisiensi tanpa Kehilangan Sentuhan Manusiawi
Meskipun saya merasa sedikit bersalah saat menggunakan AI untuk memeriksa tata bahasa atau menghilangkan redundansi dalam tulisan saya, saya menyadari bahwa penggunaan ChatGPT membuat saya lebih efisien. Saya dapat dengan mudah menyesuaikan panduan belajar dan merancang rencana pelajaran yang lebih baik. Hal ini memberi saya lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan siswa dan memberikan perhatian lebih pada aspek lain dari pengajaran.
penulis:dafa aditiya.f