Keputusan The Fed: Tidak Ada Penurunan Suku Bunga Saat Ini
Pada hari Rabu, meskipun Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan bahwa pasar tenaga kerja AS sangat kuat dan ekonomi relatif dalam kondisi baik, The Federal Reserve mengumumkan bahwa mereka tidak akan menurunkan suku bunga untuk sementara waktu. Meskipun tekanan yang luar biasa dari Presiden Donald Trump, Dewan Gubernur Federal Reserve tetap memutuskan untuk tidak mengambil langkah tersebut.
Baca Juga : Nino Fernandez & Steffi Zamora Pamer Foto Bak Pengantin, Netizen Ramai Ucapkan Selamat
Pengaruh Data Ekonomi dan Keputusan The Fed
Laporan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal kedua 2025 menunjukkan angka 3%, namun Powell mencatat bahwa output ekonomi AS pada paruh pertama tahun ini melambat sekitar setengahnya dibandingkan tahun sebelumnya. Powell juga menambahkan bahwa pengeluaran konsumen AS melambat pada kuartal kedua, pasar properti tetap lemah, dan tarif impor menyebabkan ekspektasi inflasi meningkat.
Namun, meskipun ada tanda-tanda perlambatan, Powell menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini masih berada pada posisi yang tepat untuk merespon perkembangan ekonomi yang mungkin terjadi. "Kami tetap fokus untuk mencapai tujuan ganda kami yaitu maksimalisasi lapangan kerja dan kestabilan harga untuk kepentingan rakyat Amerika," ungkap Powell.
Tekanan dari Presiden Trump
Presiden Donald Trump, melalui media sosial, terus mendesak The Fed untuk menurunkan suku bunga. Trump menyatakan "Terlalu terlambat, HARUS SEKARANG MENURUNKAN SUKU BUNGA. Biarkan orang membeli dan membiayai ulang rumah mereka!" Namun, Powell menjelaskan bahwa The Fed tidak menetapkan suku bunga hipotek. "Kami menetapkan suku bunga overnight, sedangkan suku bunga yang masuk ke hipotek adalah suku bunga jangka panjang seperti suku bunga Treasury," kata Powell.
Pandangan Para Ahli: Mengapa Menjaga Suku Bunga Stabil Itu Penting
Terry Connelly, dekan emeritus dari Sekolah Bisnis Universitas Golden Gate dan mantan bankir Wall Street, menyatakan bahwa Trump salah besar dalam mendesak penurunan suku bunga. Menurutnya, jika The Fed menurunkan suku bunga hari itu juga, pasar akan merasa bahwa The Fed bisa dipengaruhi untuk menurunkan suku bunga, yang justru akan membuat suku bunga hipotek lebih tinggi keesokan harinya.
Connelly menjelaskan bahwa independensi The Fed adalah batu penjuru dari perekonomian negara. "Ini memberi kita dan bank sentral lainnya kemampuan untuk membuat keputusan yang sangat menantang berdasarkan data dan proyeksi yang berkembang, bukan faktor politik," kata Powell.
Apa Yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Connelly menambahkan bahwa jika suku bunga diturunkan pada bulan September, itu bukan karena The Fed menyerah pada tekanan Presiden. "Jika mereka menurunkan suku bunga pada bulan September, itu karena ada alasan yang sangat baik untuk melakukannya," ujarnya.
Baca Juga : Kenali Routing dengan Mudah: Dasar dan Penerapannya
Seiring tarif yang lebih tinggi akan diberlakukan dalam waktu dekat dan solusi untuk harga rumah ditemukan, bukan hanya masalah suku bunga tinggi, The Fed kemungkinan besar akan tetap bertahan dengan kebijakan yang ada.
Penulis : Tamtia Gusti Riana