Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Menuntut Ilmu dalam Perspektif Hadis Riwayat Muslim dari Asy-Sya’ji

Gambar untuk Menuntut Ilmu dalam Perspektif Hadis Riwayat Muslim dari Asy-Sya’ji

Ilmu Sebagai Jalan Menuju Surga

Dalam ajaran Islam, ilmu selalu ditempatkan pada posisi yang sangat mulia. Ilmu bukan hanya sekadar alat untuk memperluas wawasan, tetapi juga menjadi jalan bagi seorang hamba untuk meraih kedekatan dengan Allah Swt. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Asy-Sya’ji, Rasulullah Saw. bersabda:

"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim, Asy-Sya’ji)

Hadis ini menjelaskan betapa tingginya derajat orang yang berusaha menuntut ilmu. Bahkan, perjalanan seseorang dalam menuntut ilmu, meski tampak sederhana, dihitung sebagai amal ibadah yang besar di sisi Allah. Setiap langkah menuju majelis ilmu atau usaha dalam mempelajari ilmu yang bermanfaat dicatat sebagai kebaikan dan memudahkan jalannya menuju surga.

baca juga:VAD Adalah Singkatan dari Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Pentingnya Niat dalam Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu dalam Islam tidak hanya sebatas kegiatan intelektual. Niat menjadi faktor penting yang membedakan apakah suatu usaha belajar bernilai ibadah atau sekadar aktivitas duniawi. Jika seseorang belajar dengan tujuan untuk mencari ridha Allah, maka setiap usaha yang ia lakukan akan bernilai pahala. Namun, jika niatnya hanya untuk dunia, maka manfaatnya pun akan terbatas.

Hadis riwayat Muslim dari Asy-Sya’ji memberikan gambaran jelas bahwa Allah Swt. memberikan kemudahan bagi hamba yang belajar demi ilmu agama maupun ilmu bermanfaat lainnya. Niat yang lurus akan menjadikan ilmu tersebut berkah, bermanfaat, dan menjadi jalan yang menuntun ke surga.

Kedudukan Orang Berilmu

Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang berilmu. Dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11 disebutkan bahwa orang-orang beriman dan berilmu akan ditinggikan derajatnya beberapa tingkat. Hal ini menunjukkan betapa besar kemuliaan yang diberikan Allah kepada orang yang mau menuntut ilmu.

Orang berilmu bukan hanya dihargai di mata manusia, tetapi juga mendapatkan kedudukan istimewa di sisi Allah. Dengan ilmu, seseorang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga hidupnya selalu berada dalam bimbingan yang lurus.

Ilmu Sebagai Amal Jariyah

Salah satu keutamaan ilmu adalah sifatnya yang bisa menjadi amal jariyah. Ketika seseorang mengajarkan ilmu yang bermanfaat, maka pahala dari ilmu tersebut akan terus mengalir meskipun ia telah meninggal dunia. Hal ini menjadikan ilmu sebagai salah satu bekal terbaik untuk akhirat.

Hadis riwayat Muslim dari Asy-Sya’ji menjadi pengingat bahwa usaha menuntut ilmu tidak hanya memberi manfaat di dunia, tetapi juga menjadi jalan yang mulus menuju surga. Orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya akan terus dikenang kebaikannya dan mendapat pahala yang tiada putus.

Menuntut Ilmu di Era Digital

Pada era digital saat ini, menuntut ilmu menjadi lebih mudah dibandingkan masa-masa sebelumnya. Akses terhadap ilmu terbuka luas melalui teknologi, baik melalui buku digital, video pembelajaran, maupun kajian online. Namun, kemudahan ini juga menjadi ujian, karena banyak orang justru terlena dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Hadis Rasulullah yang diriwayatkan Muslim dari Asy-Sya’ji seakan memberikan motivasi agar setiap Muslim memanfaatkan kemudahan zaman ini untuk menuntut ilmu yang benar. Menyisihkan waktu untuk belajar, menghadiri majelis ilmu, atau mengikuti kajian secara online dapat menjadi bagian dari jalan menuju surga.

Menjaga Konsistensi dalam Belajar

Salah satu tantangan besar dalam menuntut ilmu adalah menjaga konsistensi. Banyak orang yang bersemangat di awal, namun berhenti di tengah jalan. Padahal, hadis Nabi menjelaskan bahwa Allah memudahkan jalan menuju surga bagi mereka yang menempuh jalan ilmu. Artinya, usaha untuk konsisten belajar adalah bentuk kesungguhan dalam meraih ridha Allah.

Menjaga konsistensi bisa dilakukan dengan menetapkan jadwal belajar, menghadiri majelis ilmu secara rutin, serta mencari lingkungan yang mendukung semangat menuntut ilmu. Dengan begitu, proses belajar tidak hanya berjalan sekali-sekali, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Peringati HUT RI Ke-80, Rektor Ajak Mahasiswa Kuasai Ilmu, Industri, AI, Dan Miliki Karakter Mulia

Ilmu yang Harus Diprioritaskan

Dalam Islam, ilmu yang wajib dipelajari setiap Muslim adalah ilmu agama. Dengan ilmu agama, seseorang bisa beribadah dengan benar dan menghindari perbuatan yang dilarang. Setelah itu, ilmu lain yang bermanfaat juga dianjurkan untuk dipelajari, seperti ilmu kesehatan, teknologi, maupun keterampilan hidup. Semua ilmu yang mendatangkan manfaat bagi umat manusia akan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah.

Hadis riwayat Muslim dari Asy-Sya’ji menjadi landasan kuat untuk selalu menjadikan ilmu sebagai prioritas utama dalam hidup. Seorang Muslim tidak boleh puas dengan kebodohan, karena kebodohan hanya akan menjerumuskan pada kesesatan. Dengan ilmu, hidup menjadi lebih terarah, penuh manfaat, dan diridhai Allah Swt.

penulis:mudho firudin