Meta Platforms (META.O) baru-baru ini mengumumkan penunjukan Shengjia Zhao, salah satu pencipta ChatGPT, sebagai Kepala Ilmuwan di Superintelligence Lab. Pengumuman ini dilakukan oleh CEO Mark Zuckerberg pada hari Jumat, seiring perusahaan tersebut mempercepat usahanya dalam mengembangkan kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut.
baca Juga:Indonesia Says US Tariff ‘Huge Win’ for Labor-Heavy Sectors
Dalam peran barunya, Shengjia Zhao akan menetapkan agenda penelitian dan arah ilmiah untuk Superintelligence Lab, yang akan bekerja langsung dengan Zuckerberg dan Alexandr Wang, Chief AI Officer Meta. Wang, yang sebelumnya berasal dari startup Scale AI, bergabung dengan Meta setelah perusahaan tersebut mengambil alih saham besar di startup tersebut.
Latar Belakang Shengjia Zhao: Dari OpenAI ke Meta
Shengjia Zhao sebelumnya merupakan ilmuwan peneliti di OpenAI, tempat ia ikut menciptakan ChatGPT dan GPT-4, serta beberapa model mini OpenAI seperti GPT-4.1 dan GPT-o3. Keahliannya dalam pengembangan model bahasa canggih membuatnya menjadi sosok yang sangat berharga bagi Meta, yang kini sedang mempercepat pengembangan AI.
Zhao bukan satu-satunya peneliti top yang pindah dari OpenAI ke Meta dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini merupakan bagian dari persaingan bakat yang semakin ketat, dengan Zuckerberg berusaha merekrut para ahli AI dari pesaing untuk memperkuat timnya. Meta telah menawarkan paket gaji yang sangat menguntungkan, dengan tujuan untuk menarik para peneliti terbaik di Silicon Valley, sebuah langkah strategis untuk menutup kesenjangan dalam pengembangan model AI tingkat lanjut, terutama setelah Llama 4 yang kurang memuaskan.
Superintelligence Lab dan Ambisi Meta di Kecerdasan Umum Buatan
Meta baru-baru ini meluncurkan Superintelligence Lab untuk mengkonsolidasikan riset pada model Llama dan untuk memperkuat ambisi jangka panjangnya dalam mengembangkan kecerdasan umum buatan. Shengjia Zhao diakui sebagai salah satu pendiri lab ini dan akan memimpin upaya pengembangan model AI tingkat tinggi.
Lab ini beroperasi terpisah dari FAIR (Facebook AI Research), divisi riset AI Meta yang dipimpin oleh Yann LeCun, pelopor dalam pembelajaran mendalam. Meta bertujuan untuk membangun kecerdasan umum buatan yang lebih komprehensif dan canggih, yang bisa merubah industri AI.
Penutupan: Meta Terus Menggali Potensi AI untuk Masa Depan
Dengan penunjukan Shengjia Zhao dan peluncuran Superintelligence Lab, Meta semakin serius dalam mengembangkan kecerdasan buatan yang lebih maju dan membangun kecerdasan umum buatan yang lebih terintegrasi. Langkah ini menunjukkan ambisi besar Meta untuk tetap berada di garis depan industri AI, memanfaatkan keahlian terbaik untuk menciptakan teknologi yang lebih canggih.
penulis:Dafa Aditya.f