Pada perayaan HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Presiden Prabowo Subianto memberikan gelar tanda jasa dan kehormatan kepada sejumlah tokoh nasional yang dianggap berkontribusi luar biasa di bidangnya. Salah satu penerima gelar tersebut adalah Meutya Hafid, yang saat ini menjabat Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) serta Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar.
baca Juga:Akademi Persib Cimahi Raih Juara Gothia Cup U-13 dan Dapatkan Bonus
Gelar Kehormatan Bintang Mahaputera Utama untuk Meutya Hafid
Meutya Hafid menerima penghargaan tertinggi, yakni Bintang Mahaputera Utama, atas dedikasinya dalam bidang komunikasi dan digital. Gelar kehormatan ini diberikan sebagai pengakuan atas upayanya yang luar biasa dalam menciptakan regulasi pemerintah yang penting dalam melindungi ruang digital Indonesia. Salah satu regulasi yang dimaksud adalah Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas), yang dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga keselamatan anak-anak di dunia maya.
Peran Meutya Hafid dalam Regulasi Perlindungan Digital
PP Tunas yang dipelopori Meutya Hafid bertujuan untuk memastikan ruang digital Indonesia bebas dari konten negatif, penyalahgunaan data, serta eksploitasi anak. Regulasi ini menjadi tonggak sejarah penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi seluruh warga Indonesia, terutama anak-anak yang rentan menjadi korban di dunia maya.
Tokoh-Tokoh Lain yang Menerima Gelar Kehormatan
Selain Meutya Hafid, Prabowo juga memberikan tanda kehormatan kepada 116 tokoh lainnya, yang di antaranya adalah:
- Hashim Djojohadikusumo
- Agus Harimurti Yudhoyono
- Sugiono
- Fadli Zon
- Teddy Indra Wijaya
- Puan Maharani (Ketua DPR)
- Ahmad Muzani (Ketua MPR)
- Sultan Bachtiar Najamudin (Ketua DPD)
- Sufmi Dasco Ahmad (Wakil Ketua DPR)
- Zulkifli Hasan (Menko Pangan & Ketum PAN)
- Muhaimin Iskandar (Menko PMK & Ketum PKB)
Gelar tanda kehormatan ini diberikan dalam rangka HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Upacara Pemberian Gelar di Istana Negara
Proses pemberian tanda kehormatan dilakukan melalui upacara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting negara. Para penerima gelar diakui atas kontribusi dan prestasi mereka dalam berbagai bidang yang berdampak positif bagi bangsa dan negara.
penulis:dafa Aditya.f