Ketegangan Internal Meningkat Antara Militer dan Pemerintah Israel
Perbedaan pandangan tajam muncul di tubuh pemerintahan Israel terkait rencana pendudukan permanen Jalur Gaza. Pihak militer Israel menyuarakan penolakan atas usulan tersebut, berbeda dengan keinginan sebagian politisi yang mendukung langkah agresif lanjutan.
baca: Ria Norsan Komitmen Wujudkan Pembangunan Hijau di Kalbar
Tzahal Peringatkan Risiko Pendudukan terhadap Sandera dan Pasukan
Dalam serangkaian rapat Dewan Perang Israel, Kepala Staf Militer (Tzahal) Letnan Jenderal Eyal Zamir menyampaikan keberatan atas rencana perluasan serangan militer. Menurutnya, operasi skala besar ke Gaza berisiko tinggi bagi keselamatan para sandera yang masih ditahan, serta membahayakan keselamatan pasukan di lapangan.
"Pendudukan penuh Gaza justru akan memperbesar risiko jatuhnya korban dari pihak sandera maupun tentara," ujar Jenderal Zamir dalam forum rapat strategis tersebut.
Perpecahan dengan Politisi Pro-Netanyahu
Perbedaan pendapat ini menimbulkan kebuntuan dalam proses pengambilan keputusan. Politisi pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut bersikeras untuk melanjutkan operasi militer dan mendorong pendudukan wilayah secara permanen.
Namun, pihak militer menilai pendekatan tersebut tidak menjamin keberhasilan jangka panjang dan justru bisa memicu konflik lebih luas di kawasan.
penulis: inziria