Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Momen Unik Prabowo Rapikan Baret Cak Imin di Upacara Batujajar

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Momen Unik Prabowo Rapikan Baret Cak Imin di Upacara Batujajar

Presiden Hadiri Upacara Gelar Pasukan di Pusdiklatpassus

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Acara ini menjadi simbol kesiapan pertahanan negara sekaligus ajang kebersamaan antara pejabat negara dan prajurit TNI.

Dalam momen tersebut, Prabowo tampak menyalami para menteri yang hadir dengan seragam loreng lengkap, melambangkan komitmen mereka untuk turut membela Tanah Air.

baca juga : Warga Alberta kini dapat memesan vaksin COVID-19

Aksi Salfok Prabowo: Rapikan Baret Cak Imin

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika Prabowo ‘salfok’ pada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang saat ini menjabat Menko Pemberdayaan Masyarakat. Saat melihat posisi baret Cak Imin yang sedikit miring, Prabowo langsung merapikannya di tengah lapangan.

Tindakan spontan ini terekam dalam dokumentasi Tim Media Presiden pada Minggu (10/8/2025) dan langsung menjadi sorotan karena menunjukkan sisi humanis sang Presiden.

Pesan Prabowo tentang Pertahanan Nasional

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa semua rakyat Indonesia memiliki tekad yang sama: membela bangsa dari segala ancaman.

“Kita tidak mau berbuat selain membela bangsa Indonesia. Wawasan kita adalah wawasan pertahanan yang defensif,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap jengkal wilayah Indonesia akan dipertahankan hingga titik darah penghabisan.

baca juga : Rektor IPB University Arif Satria Puji Digital Smart Composter Inovasi Tim Dosen-Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia

Komitmen Membela Setiap Jengkal Tanah Air

Prabowo menegaskan bahwa semangat pertahanan rakyat harus meliputi seluruh wilayah, dari desa hingga provinsi.

“Kita pertahankan tiap kampung, tiap dukuh, tiap lembah, tiap bukit, tiap gunung, tiap kecamatan, tiap kabupaten, tiap provinsi, tiap jengkal tanah kita pertahankan,” tegasnya.

Dengan suara penuh keyakinan, ia menutup pesannya bahwa kemerdekaan jauh lebih berharga dibandingkan hidup dalam penjajahan.

penulis : elsandria Aurora