Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Munculnya Emas di Sungai Eufrat yang Mengering, Apakah Ini Tanda Kiamat?

Gambar untuk Munculnya Emas di Sungai Eufrat yang Mengering, Apakah Ini Tanda Kiamat?

Belakangan ini, masyarakat di sekitar Sungai Eufrat di Suriah dibuat heboh dengan munculnya bongkahan berkilau yang diduga emas di dasar sungai yang mengering. Warga setempat bahkan ramai-ramai berburu emas mentah menggunakan alat sederhana seperti sekop dan cangkul. Fenomena ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai platform berita.

Baca juga:Tragedi Cinta Segitiga Berujung Maut di Manado: Cucu Pengusaha Terkemuka Tewas Usai Grebek Pacar


Benarkah Bongkahan Emas di Dasar Sungai Eufrat Itu Nyata?

Insinyur geologi lokal, Khaled al-Shammari, mengingatkan pentingnya analisis ilmiah untuk memastikan apakah benda berkilau yang muncul tersebut benar-benar emas atau mineral berharga lainnya. Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak langsung percaya tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa memicu kericuhan atau spekulasi berlebihan.


Apa Hubungan Sungai Eufrat yang Mengering dengan Tanda Kiamat?

Fenomena Sungai Eufrat yang mengering dan munculnya emas di dasar sungai ini ternyata disebutkan dalam beberapa hadis Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu tanda kiamat. Dalam kitab Nihayatul 'Alam, Imam Nawawi menukil hadits dari Imam Muslim yang memuat keterangan tentang kondisi ini.

Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat surut dan memperlihatkan gunung emas di dasarnya. Saat itu, manusia akan saling berebut emas tersebut, hingga sebagian besar terbunuh dalam pertikaian tersebut. Dari setiap 100 orang yang berebut, 99 di antaranya akan tewas, dan yang tersisa berharap agar dialah yang selamat.


Apakah "Gunung Emas" dalam Hadits Itu Harfiah?

Menurut penjelasan Abu 'Ubaidah dalam komentarnya terhadap kitab An Nihayah Fi Al Fitan wa Al Malahim karya Ibnu Katsir, istilah “gunung emas” dalam hadits tersebut bisa jadi merupakan kiasan. Ada kemungkinan bahwa gunung emas yang dimaksud bukan hanya emas literal, tapi juga bisa mengacu pada sumber kekayaan lain seperti minyak bumi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan manfaat besar.


Larangan Mengambil Emas dari Dasar Sungai Eufrat

Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa ketika dasar Sungai Eufrat terbuka dan terlihat simpanan emas, siapapun yang berada di sana dilarang untuk mengambilnya. Hal ini menjadi peringatan agar manusia tidak terbawa nafsu dan keserakahan dalam situasi tersebut.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kukuhkan Wisudawan, LLDIKTI Tekankan Profesionalisme dan Kemandirian


Apa Penyebab Sungai Eufrat Mengering dan Munculnya Bongkahan Emas?

Menurut Imam Nawawi melalui syarah Shahih Muslim, pengeringan Sungai Eufrat merupakan akibat dari perubahan aliran sungai yang menyebabkan dasar sungai terbuka. Saat air surut, tanah yang menutupi “gunung emas” ini terkikis sehingga bongkahan emas atau mineral lain bisa terlihat.

Namun, hingga saat ini keberadaan kekayaan emas dalam jumlah besar di dasar sungai masih belum bisa dipastikan secara ilmiah dan menjadi misteri yang terus menarik perhatian.

Penulis: Nur aini