Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Nasdem Gelar Rakernas 8-10 Agustus, Bahas Sistem Pemilu

Kategori: Uncategorized

Partai Nasdem akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 8 hingga 10 Agustus 2025 di Makassar, Sulawesi Selatan. Rakernas ini menjadi momentum penting bagi partai tersebut untuk mengevaluasi dan membahas berbagai isu terkait sistem kepemiluan di Indonesia, terutama terkait dengan sejumlah putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

baca juga Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara I Anugerah Humas LLDikti Wilayah II Tahun 2025, Bersiap Tingkat Nasional

Mengapa Sistem Pemilu Jadi Fokus Utama Rakernas Nasdem?

Dalam keterangannya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem, Dedy Ramanta, mengungkapkan bahwa salah satu topik utama yang akan dibahas dalam Rakernas adalah model pemilu, khususnya terkait dengan keputusan-keputusan MK yang mempengaruhi sistem pemilihan umum di Indonesia. Dedy menyoroti pentingnya membahas masa depan sistem proporsional terbuka, yang menjadi salah satu putusan MK.

"Model pemilu ini kan sekian banyak keputusan MK, salah satunya misalkan proporsional terbuka, itu bagaimana nasibnya di tengah tantangan pemilu," ujar Dedy, merujuk pada sistem pemilu yang mengharuskan pemilih memilih calon legislatif secara langsung berdasarkan daftar calon dari partai politik.

Politik Uang Jadi Tantangan Utama

Partai Nasdem juga menyampaikan keprihatinannya terhadap makin mendominasinya praktik politik uang dalam sistem pemilu di Indonesia. Dedy Ramanta menegaskan bahwa politik uang merupakan salah satu tantangan terbesar yang dapat merusak kualitas demokrasi dan proses pemilu yang adil.

Selain itu, partai ini juga menyoroti penurunan keterikatan masyarakat terhadap partai politik, yang semakin terasa pada setiap pemilu. Dedy menyebutkan, angka keterikatan psikologis masyarakat terhadap partai politik atau party id semakin menurun. "Bahkan, seluruh partai politik kalau dijumlahkan, angka party id-nya enggak sampai 20 persen," ujarnya.

Dampak Penurunan Keterikatan Terhadap Demokrasi

Penurunan keterikatan masyarakat pada partai politik dianggap oleh Nasdem sebagai potensi ancaman terhadap demokrasi di Indonesia. Keterlibatan politik yang rendah bisa mengurangi partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi legitimasi sistem pemerintahan.

Nasdem berharap, melalui Rakernas ini, mereka dapat menghasilkan rekomendasi dan langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dan memperbaiki sistem pemilu Indonesia ke depannya. Fokus utama adalah menciptakan sistem pemilu yang lebih transparan, adil, dan mengurangi pengaruh buruk politik uang.

Dengan berbagai isu tersebut, Rakernas Partai Nasdem di Makassar akan menjadi forum penting dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperkuat sistem demokrasi Indonesia, menjawab tantangan politik terkini, dan memastikan bahwa demokrasi tetap berjalan dengan baik di masa depan.

Penulis : Aqilah az-zahra