Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Nelayan Masih Kesulitan Akses BBM, Harga Tembus Rp 11 Ribu per Liter

Gambar untuk Nelayan Masih Kesulitan Akses BBM, Harga Tembus Rp 11 Ribu per Liter

Para nelayan di berbagai daerah kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), yang menjadi kebutuhan utama dalam melaut. Tak hanya sulit diakses, harga BBM di lapangan pun melonjak hingga Rp 11.000 per liter, jauh di atas harga subsidi yang semestinya mereka nikmati.

baca juga : Skill Komunikasi Bisnis Ini Wajib Dimiliki Setiap Profesional

1. BBM Langka, Operasional Nelayan Terhambat

Sulitnya Akses ke SPBU Nelayan

Banyak nelayan mengaku harus menempuh jarak jauh atau menunggu berhari-hari untuk mendapatkan BBM karena keterbatasan pasokan di SPBU khusus nelayan.

Dampak Langsung terhadap Aktivitas Melaut

Kesulitan mendapatkan BBM menyebabkan banyak nelayan memilih tidak melaut, karena biaya operasional jadi tidak sebanding dengan hasil tangkapan.

2. Harga BBM di Lapangan Capai Rp 11.000 per Liter

Jual Beli di Pasar Bebas Jadi Pilihan Terpaksa

Akibat langkanya BBM subsidi, nelayan terpaksa membeli BBM dari pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal, bahkan mencapai Rp 11.000 per liter.

Tekanan Ekonomi Semakin Berat bagi Nelayan Kecil

Kondisi ini menambah beban ekonomi nelayan kecil yang sudah terdampak oleh cuaca buruk dan penurunan hasil tangkapan.

3. Harapan Nelayan terhadap Pemerintah

Perlu Penyaluran BBM Subsidi yang Tepat Sasaran

Nelayan berharap pemerintah segera memperbaiki distribusi BBM subsidi agar mereka bisa kembali melaut tanpa harus menanggung biaya tinggi.

baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Wisuda 2025: Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing Global

Pengawasan Ketat agar Tidak Disalahgunakan

Pemerintah juga diminta memperketat pengawasan distribusi agar BBM subsidi tidak bocor ke pihak yang tidak berhak.

penulis : Muhammad Anwar Fuadi