Di dunia medis, ada banyak istilah yang bisa membuat bingung bagi orang awam. Salah satunya adalah NIDDM, yang sering terdengar dalam pembicaraan terkait diabetes. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan NIDDM? Apakah ini sebuah singkatan yang perlu kita ketahui? Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang NIDDM, termasuk pengertian, penyebab, gejala, serta perawatan yang dapat dilakukan untuk mengelola kondisi ini.
baca juga : Jenis Pajak N-T Adalah Singkatan dari Brainly, Apa Maksudnya?
Apa Itu NIDDM?
NIDDM adalah singkatan dari Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus, yang dalam bahasa Indonesia berarti Diabetes Mellitus Tidak Bergantung pada Insulin. Istilah ini mengacu pada jenis diabetes yang biasanya terjadi pada orang dewasa, di mana tubuh tidak lagi menggunakan insulin secara efektif atau tubuh tidak dapat menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup untuk mengatur kadar gula darah.
Meskipun istilah ini lebih sering digunakan pada diabetes tipe 2, dalam beberapa literatur medis, NIDDM bisa merujuk pada kondisi diabetes yang tidak memerlukan suntikan insulin pada tahap awal, karena pasien bisa mengelola gula darah mereka dengan diet, olahraga, dan obat-obatan oral. Pada diabetes tipe 2, tubuh masih bisa menghasilkan insulin, namun tidak digunakan dengan efisien.
Apa Perbedaan Antara NIDDM dan IDDM?
Banyak orang mungkin merasa bingung ketika mendengar istilah NIDDM dan IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Lalu, apa perbedaan mendasar antara kedua jenis diabetes ini?
- NIDDM (Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus)
- Penyebab: Terjadi ketika tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif, sering disebut sebagai resistensi insulin.
- Perawatan: Pada umumnya, pasien dapat mengontrol kondisi ini melalui perubahan gaya hidup, diet, olahraga, dan obat-obatan oral. Pada beberapa kasus, suntikan insulin bisa diperlukan jika kondisi berkembang.
- IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus)
- Penyebab: Terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin sama sekali, seperti pada diabetes tipe 1.
- Perawatan: Pasien harus menerima suntikan insulin secara rutin untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.
Secara singkat, NIDDM lebih banyak terjadi pada orang dewasa dan biasanya terkait dengan faktor gaya hidup, seperti pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan obesitas. Sedangkan IDDM umumnya terjadi pada usia muda dan berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan insulin sama sekali.
baca juga : Flowchart: Visualisasi Efektif untuk Tim yang Anti Ribet
Apa Penyebab NIDDM?
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan NIDDM. Beberapa di antaranya adalah:
- Faktor Genetik
Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2 meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengembangkan NIDDM. - Obesitas
Kelebihan berat badan dan penumpukan lemak tubuh, terutama di sekitar perut, adalah salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan resistensi insulin. - Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup yang kurang gerak atau jarang berolahraga meningkatkan risiko seseorang mengembangkan NIDDM karena tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. - Usia
Risiko mengembangkan NIDDM meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 45 tahun. - Kondisi Medis Lain
Tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, atau riwayat gangguan gula darah juga dapat meningkatkan risiko terkena NIDDM.
Apa Gejala NIDDM yang Harus Diwaspadai?
Meskipun pada tahap awal, NIDDM mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
- Sering merasa haus atau lapar
- Sering buang air kecil
- Kelelahan yang tidak biasa
- Penglihatan kabur
- Luka atau infeksi yang lambat sembuh
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, terutama jika ada riwayat keluarga dengan diabetes, sangat penting untuk segera melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah Anda mengidap NIDDM.
Bagaimana Cara Mengelola NIDDM?
Mengelola NIDDM sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang yang bisa terjadi jika gula darah tidak terkendali. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Perubahan Gaya Hidup
- Diet Sehat: Konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah, banyak sayuran, buah-buahan, dan sumber protein sehat. Hindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh.
- Olahraga Rutin: Aktivitas fisik dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Cobalah untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.
- Obat-obatan
Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan oral untuk membantu mengatur kadar gula darah. Beberapa obat bekerja dengan meningkatkan produksi insulin, sementara yang lain meningkatkan respons tubuh terhadap insulin. - Pemantauan Gula Darah
Melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin sangat penting untuk memantau perkembangan kondisi Anda. Ini dapat membantu Anda dan dokter menentukan apakah pengobatan atau perubahan gaya hidup perlu disesuaikan. - Manajemen Stres
Stres dapat memengaruhi kadar gula darah, sehingga penting untuk mengelola stres dengan cara yang sehat, seperti meditasi, yoga, atau kegiatan relaksasi lainnya.
Kesimpulan
NIDDM atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus adalah jenis diabetes yang lebih sering terjadi pada orang dewasa dan biasanya dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup, pengobatan, dan pemantauan rutin. Meskipun diabetes tipe 2 ini dapat berkembang dengan perlahan, tetap penting untuk mengenali faktor risikonya sejak dini agar bisa mencegah atau mengelola kondisi ini dengan baik. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika Anda merasa memiliki gejala atau berisiko tinggi terhadap NIDDM. Dengan penanganan yang tepat, diabetes bisa dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga.
penulis : Karlina Sapitri