Sidang kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Nikita Mirzani kembali diwarnai ketegangan. Terdakwa terlihat emosi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan menolak kembali ke rumah tahanan (rutan) usai persidangan, hingga bersitegang dengan jaksa penuntut umum (JPU).
baca juga : Sikap Negarawan Prabowo soal Amnesti Hasto Kristiyanto Tuai Apresiasi dari Politikus PDIP
Kenapa Nikita Mirzani Murka di Persidangan?
Insiden bermula setelah Majelis Hakim Khairul Soleh menutup jalannya sidang dan meminta terdakwa untuk kembali ke rutan. Namun, Nikita tiba-tiba mengajukan interupsi dan meminta hakim memutar rekaman audio yang ia serahkan melalui flashdisk.
Menurut Nikita, rekaman itu berisi percakapan antara jaksa dan dokter Reza Gladys, pelapor kasus ini, yang ia nilai dapat memengaruhi jalannya persidangan.
“Saya tidak mau balik ke rutan untuk kasus pidana yang konyol seperti ini. Sudah cukup lima bulan saya diam,” kata Nikita dengan nada tinggi.
Bahkan, Nikita mengancam akan memutar audio itu sendiri dari ponselnya jika hakim tidak menanggapi permintaannya.
Detik-Detik Nikita Berseteru dengan Jaksa
Suasana sidang memanas ketika jaksa perempuan menghampiri Nikita untuk memakaikan rompi tahanan merah. Namun, Nikita menepis tangan jaksa dan menolak mengenakan rompi tersebut.
Perdebatan sengit terjadi di depan publik:
- Jaksa menegaskan bahwa persidangan telah ditutup dan terdakwa harus kembali ke rutan.
- Nikita menolak, mengaku dikriminalisasi, dan menuntut rekaman audio segera diputar.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika Nikita berulang kali menepis tangan jaksa hingga rompi tahanan terjatuh. Aparat keamanan akhirnya membawa Nikita keluar secara paksa, dan ia akhirnya mengenakan rompi tahanan sendiri sebelum dibawa kembali ke Rutan Pondok Bambu.
Kasus Pemerasan dan TPPU yang Menjerat Nikita
Nikita Mirzani didakwa melakukan pemerasan dan pencucian uang terhadap dokter Reza Gladys, pemilik produk kecantikan Glafidsya.
Dalam dakwaan jaksa:
- Nikita melakukan siaran langsung di TikTok dan menuding produk Reza berpotensi menyebabkan kanker kulit.
- Ia mengajak warganet untuk tidak membeli produk Glafidsya, yang membuat kredibilitas Reza terancam dan berpotensi menurunkan penjualan.
- Nikita melalui asistennya Ismail Marzuki menuntut uang tutup mulut Rp 5 miliar, dan Reza akhirnya menyerahkan Rp 4 miliar karena merasa terancam.
Kasus ini membuat Nikita mendekam lima bulan di rutan, dan sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi pada 7 Agustus 2025.
baca juga : Wisuda Universitas Teknokrat 2025 Diwarnai Orasi Mahasiswa Bertema Perubahan Karakter Pemuda di Era Digital
Drama Sidang Nikita Mirzani Masih Berlanjut
Insiden panas ini menambah panjang deretan drama persidangan Nikita Mirzani yang selalu menarik perhatian publik. Dengan agenda pemeriksaan saksi berikutnya, publik menanti bagaimana bukti audio yang dimaksud Nikita akan memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.
penulis : elsandria