Kamu mungkin pernah mendengar istilah “Oldefo” saat belajar sejarah di sekolah atau membaca berita soal hubungan internasional. Tapi sebenarnya, Oldefo adalah singkatan dari apa, sih? Dan kenapa istilah ini cukup sering muncul dalam konteks politik dan diplomasi?
Nah, di artikel ini, kita bakal bahas tuntas soal apa itu Oldefo, asal-usulnya, dan bagaimana pengaruhnya terhadap politik dunia, khususnya di masa lalu. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dengan gaya santai tapi tetap faktual!
Baca juga:Singkatan BPKH Adalah Apa? Penjelasan Lengkap Tentang Lembaga Pengelola Keuangan Haji
Oldefo Itu Singkatan dari Apa?
Oldefo adalah singkatan dari “Old Established Forces”.
Istilah ini berasal dari bahasa Inggris dan populer pada era Perang Dingin, khususnya dalam pidato-pidato politik di Indonesia saat itu. Oldefo merujuk pada negara-negara kapitalis barat yang dianggap sebagai kekuatan lama atau mapan, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya.
Istilah ini sering digunakan untuk menyebut negara-negara yang dianggap pro-status quo dan punya pengaruh besar dalam politik global pasca Perang Dunia II.
Siapa Saja yang Termasuk dalam Oldefo?
Dalam konteks politik internasional, negara-negara yang dikategorikan sebagai Oldefo biasanya adalah:
- Negara-negara Barat yang tergabung dalam blok kapitalis, terutama selama era Perang Dingin.
- Negara maju yang memiliki kekuatan ekonomi dan militer dominan.
- Negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
- Negara yang dianggap pro-imperialis atau mendukung kolonialisme.
Contoh negara yang sering disebut Oldefo:
- Amerika Serikat
- Inggris
- Prancis
- Belanda
- Jepang (setelah Perang Dunia II)
Istilah ini digunakan sebagai bentuk kritik terhadap dominasi mereka dalam percaturan politik global.
Apa Bedanya Oldefo dan Nefo?
Kalau ada Oldefo, pasti ada pasangannya. Dan benar, pasangannya adalah Nefo, singkatan dari “New Emerging Forces” atau “kekuatan baru yang sedang tumbuh”.
Nefo merujuk pada negara-negara berkembang yang baru merdeka dan sedang mencari jati diri dalam politik dunia. Mereka biasanya tidak berpihak ke blok Barat maupun Timur, atau memiliki visi sendiri dalam membangun dunia yang lebih adil dan setara.
Perbedaan utama antara Oldefo dan Nefo:
| Aspek | Oldefo | Nefo |
|---|---|---|
| Arti | Old Established Forces | New Emerging Forces |
| Pandangan politik | Pro kapitalis, pro status quo | Anti kolonialisme, progresif, independen |
| Contoh negara | AS, Inggris, Prancis | Indonesia (saat itu), India, Mesir |
| Era dominasi | Pasca Perang Dunia II | Bangkit setelah gelombang kemerdekaan |
Apa Tujuan Penggunaan Istilah Oldefo?
Penggunaan istilah Oldefo dan Nefo bukan sekadar label, tapi punya tujuan ideologis dan politik tertentu, seperti:
- Menegaskan posisi politik: Negara yang memakai istilah ini ingin menunjukkan bahwa mereka berdiri di luar pengaruh kekuatan besar dunia.
- Membangun solidaritas sesama negara berkembang: Dengan mengelompokkan diri sebagai Nefo, mereka berharap bisa membentuk poros kekuatan baru.
- Mengkritik sistem global yang timpang: Oldefo dianggap mewakili sistem lama yang tidak adil bagi negara-negara kecil atau baru merdeka.
Kenapa Istilah Oldefo Sudah Jarang Dipakai Sekarang?
Seiring perkembangan zaman dan berakhirnya era Perang Dingin, istilah Oldefo mulai jarang digunakan karena beberapa alasan:
- Konstelasi politik dunia berubah: Negara-negara tidak lagi terbagi secara kaku dalam blok Barat dan Timur.
- Globalisasi membuat batas ideologi mencair: Kerja sama ekonomi dan politik kini lebih fleksibel.
- Fokus dunia bergeser ke isu-isu baru seperti perubahan iklim, teknologi, dan ketimpangan ekonomi global.
Meski begitu, jejak pemikiran Oldefo vs Nefo masih terasa, terutama dalam semangat kemandirian dan anti-dominasi dalam hubungan internasional.
Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Diakui LLDikti sebagai Pencetak SDM Berkualitas
Apakah Konsep Oldefo Masih Relevan Hari Ini?
Meskipun istilah “Oldefo” sudah tidak lagi populer, semangat di balik istilah ini masih hidup dalam beberapa bentuk:
- Ketimpangan global antara negara maju dan berkembang masih jadi isu utama.
- Negara berkembang masih sering mencari jalan agar tidak terlalu tergantung pada kekuatan besar.
- Banyak kebijakan luar negeri negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin masih mencerminkan semangat “anti-hegemoni” ala Nefo.
Dengan kata lain, meskipun istilahnya berubah, ide di balik Oldefo tetap relevan, terutama dalam upaya menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang.
Penulis: Nur aini