Saham COIN Tembus Harga Rp 1.000
Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) baru-baru ini mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Pada Senin, 4 Agustus 2025, saham COIN berhasil keluar dari papan pemantauan khusus full call auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah harga sahamnya melonjak tajam hingga mencapai batas auto reject atas (ARA) sebesar 25% ke Rp 1.000. Antrean di harga tersebut langsung membeludak, dengan sekitar 250 ribu lot saham COIN yang tercatat pada pukul 11.05 WIB.
Baca Juga : Saham NCKL Melejit 18% Didukung Aksi Beli J.P. Morgan dan Sentimen ESG
Perjalanan Saham COIN Sejak IPO
Saham COIN pertama kali terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025, dengan harga initial public offering (IPO) sebesar Rp 100 per saham. Dengan harga saham yang kini meroket 900%, saham COIN berhasil menarik perhatian pasar dan investor. Sebelum tercatat dalam perdagangan bebas, saham COIN sempat masuk dalam papan pemantauan khusus FCA pada 24 Juli 2025 karena memenuhi kriteria tertentu yang mengindikasikan volatilitas perdagangan yang tinggi.
Kinerja Keuangan dan Operasional yang Mengesankan
Indokripto Koin Semesta Tbk melaporkan hasil kinerja yang sangat positif untuk semester pertama tahun 2025. Perusahaan mencatatkan EBITDA sebesar Rp 56,9 miliar dan laba bersih sebesar Rp 25,6 miliar, menunjukkan performa yang solid dalam menjalankan operasionalnya. Tak hanya itu, pendapatan atau omzet perusahaan pun melonjak luar biasa, mencatatkan angka Rp 113,15 miliar—naik hingga 187 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pengurangan Liabilitas dan Peningkatan Arus Kas
Selain peningkatan pendapatan, Indokripto Koin Semesta juga berhasil mengurangi liabilitas jangka pendeknya secara signifikan. Liabilitas yang tercatat pada akhir tahun 2024 mencapai Rp 231,95 miliar, namun per 30 Juni 2025, angka tersebut berhasil turun menjadi hanya Rp 60,70 miliar. Arus kas bersih yang positif sebesar Rp 71,17 miliar juga mencerminkan kondisi keuangan yang semakin sehat.
CEO COIN, Ade Wahyu: Transformasi yang Berhasil
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, mengungkapkan bahwa pencapaian luar biasa ini tak lepas dari fakta bahwa COIN kini sudah beroperasi secara penuh. Selain itu, pada periode tersebut, COIN juga berhasil melibatkan lebih banyak pedagang aset kripto melalui anak perusahaan PT Central Finansial X (CFX), yang berperan sebagai bursa aset kripto. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa perusahaan terus bertransformasi dan berfokus pada pengembangan ekosistem kripto yang semakin solid.
Baca Juga : Teknologi Modern di Perpustakaan: Membawa Akses Buku ke Ujung Jari
"Fase konsolidasi dan transformasi kami kini telah selesai, dan kinerja perusahaan pada semester pertama tahun 2025 mencerminkan model bisnis yang mendukung ekosistem kripto secara penuh dan efisien. Bahkan, pendapatan COIN pada paruh pertama tahun ini telah melampaui pendapatan sepanjang tahun 2024," kata Ade Wahyu.
Penulis : Tamtia Gusti Riana