Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Oposisi Ukraina Tuduh Eropa Manfaatkan Zelensky untuk Gagalkan Perundingan AS-Rusia

Gambar untuk Oposisi Ukraina Tuduh Eropa Manfaatkan Zelensky untuk Gagalkan Perundingan AS-Rusia

Medvedchuk Menuduh Zelensky Dimanfaatkan Eropa untuk Sabotase Perdamaian

Pemimpin oposisi Ukraina, Viktor Medvedchuk, mengungkapkan tuduhan bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dimanfaatkan oleh negara-negara Eropa untuk menggagalkan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Tuduhan tersebut disampaikan oleh Medvedchuk pada Senin (11/8/2025), menjelang pertemuan penting antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: CEO Danantara Hormati Keputusan Mundur Joao Angelo dari Dirut Agrinas Pangan

Medvedchuk: Narasi yang Dikeluarkan Memanfaatkan Zelensky

Medvedchuk menyatakan bahwa belakangan ini muncul narasi yang menunjukkan bahwa pemerintah Washington mudah dipengaruhi atau dikelabui. Medvedchuk menambahkan bahwa pihak yang menyebarkan narasi tersebut juga memberi perintah kepada Zelensky untuk berusaha menggagalkan perundingan damai apapun caranya.

Zelensky: Mencari Dukungan Eropa untuk Sabotase Kebijakan Trump

Menurut Medvedchuk, Zelensky saat ini tengah berusaha mencari dukungan dari Eropa untuk memperkuat posisi politiknya. Namun, Medvedchuk menduga bahwa Presiden Ukraina tersebut akan menjadi alat bagi Eropa untuk menenggelamkan kebijakan Presiden AS, Donald Trump, terkait hubungan dengan Rusia.

Baca juga: Rektor UTI mendapatkan ucapan Selamat dari Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) RI

Perundingan Damai yang Terancam Terganggu

Tuduhan yang diajukan oleh Medvedchuk ini menjadi sorotan mengingat ketegangan yang ada antara Rusia, Ukraina, dan AS. Sementara itu, pertemuan yang direncanakan antara Putin dan Trump diharapkan dapat membuka jalan bagi dialog dan perundingan damai untuk meredakan ketegangan yang terus berlangsung. Namun, dengan adanya klaim ini, jalannya perundingan mungkin akan semakin terhalang, khususnya jika terdapat intervensi politik yang mempengaruhi keputusan-keputusan yang diambil oleh masing-masing pihak.

Penulis: Eka sri indah lestary