Logo Universitas Teknokrat Indonesia

OSI adalah Singkatan dari Apa? Yuk Kenalan Lebih Dekat

Gambar untuk OSI adalah Singkatan dari Apa? Yuk Kenalan Lebih Dekat

Kalau kamu pernah belajar jaringan komputer, pasti pernah dengar istilah OSI. Meski sering disebut, banyak orang hanya tahu “itu ada hubungannya sama jaringan” tapi nggak benar-benar paham maksudnya. Padahal, OSI adalah salah satu konsep penting di dunia teknologi informasi.

Artikel ini akan membahas pengertian OSI, sejarah singkatnya, hingga fungsinya dalam dunia jaringan, tapi dengan bahasa yang gampang dimengerti. Jadi, siap untuk kenalan lebih dekat?

baca juga:CFD adalah Singkatan dari Apa? Simak Penjelasannya!


OSI Adalah Singkatan dari Apa, Sih?

OSI adalah singkatan dari Open Systems Interconnection. Istilah ini digunakan untuk menyebut sebuah model referensi yang dibuat oleh International Organization for Standardization (ISO). Tujuan dibuatnya model OSI adalah untuk mempermudah berbagai sistem komputer yang berbeda agar bisa saling berkomunikasi dalam jaringan.

Model OSI sendiri membagi proses komunikasi jaringan menjadi tujuh lapisan (layers). Setiap lapisan punya tugas dan tanggung jawab masing-masing. Konsep ini ibarat peta jalan, yang membantu perangkat dan protokol bekerja sama meskipun berasal dari vendor atau teknologi yang berbeda.


Kenapa Harus Ada Model OSI?

Bayangkan kalau setiap produsen komputer membuat cara komunikasi sendiri tanpa aturan baku. Hasilnya? Perangkat dari merek A mungkin tidak bisa terhubung dengan perangkat dari merek B.

Nah, OSI hadir sebagai bahasa universal di dunia jaringan komputer. Dengan adanya model ini:

  • Produsen perangkat bisa membuat produk yang kompatibel satu sama lain.
  • Teknisi jaringan lebih mudah memahami alur komunikasi data.
  • Proses troubleshooting jadi lebih terstruktur karena bisa dicek per lapisan.

Apa Saja Lapisan dalam Model OSI?

Model OSI terdiri dari tujuh lapisan, dari yang paling dekat dengan pengguna hingga yang paling dekat dengan kabel fisik:

  1. Application Layer – Menyediakan layanan langsung ke pengguna, seperti email, browser, dan aplikasi chatting.
  2. Presentation Layer – Mengubah data menjadi format yang bisa dimengerti aplikasi, termasuk enkripsi dan kompresi.
  3. Session Layer – Mengatur sesi komunikasi antar perangkat, seperti login dan logout.
  4. Transport Layer – Menjamin data dikirim lengkap dan urut, misalnya melalui protokol TCP.
  5. Network Layer – Mengatur pengalamatan dan rute data, contohnya IP Address.
  6. Data Link Layer – Mengatur pengiriman data antar perangkat yang terhubung langsung, termasuk deteksi error.
  7. Physical Layer – Lapisan fisik seperti kabel, konektor, dan sinyal listrik atau cahaya.

Bagaimana Cara Mengingat Urutan 7 Lapisan OSI?

Bagi pemula, menghafal urutan lapisan OSI bisa jadi PR tersendiri. Untungnya, ada trik sederhana menggunakan kalimat singkatan lucu. Misalnya:

  • "All People Seem To Need Data Processing" (dari atas ke bawah)
  • "Please Do Not Throw Sausage Pizza Away" (dari bawah ke atas)

Dengan cara ini, teknisi dan mahasiswa jaringan bisa lebih cepat mengingat lapisan OSI tanpa perlu menghafal mati.


Apakah OSI Masih Digunakan di Dunia Nyata?

Ini pertanyaan yang sering muncul. Jawabannya, model OSI lebih sering digunakan sebagai acuan pembelajaran dan troubleshooting. Dalam praktik sehari-hari, internet modern lebih banyak menggunakan model TCP/IP karena lebih sederhana (hanya empat lapisan).

Namun, meskipun TCP/IP mendominasi, konsep OSI tetap relevan karena membantu memetakan proses komunikasi data secara detail. Bahkan, banyak sertifikasi jaringan internasional seperti CCNA atau CompTIA Network+ masih mengandalkan OSI sebagai materi dasar.

baca juga:Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Raih Prestasi di Ajang Lomba Nasional Rimau Robotic Contest dan Exhibition 2025


Mengapa OSI Penting untuk Dipelajari?

Kalau kamu ingin bekerja di bidang IT, jaringan, atau keamanan siber, memahami OSI adalah keharusan. Alasannya:

  • Memudahkan troubleshooting – Kalau koneksi internet putus, kamu bisa cek per lapisan: dari kabel (Physical) sampai aplikasi.
  • Memahami cara kerja protokol – Setiap protokol jaringan bekerja di lapisan tertentu.
  • Menjadi bahasa teknis bersama – Teknisi di seluruh dunia menggunakan istilah lapisan OSI untuk menjelaskan masalah.

penulis: Lili rahma dini