Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Pasca Kebakaran Taman Puring, Akses Dibatasi Karena Struktur Bangunan Rawan Roboh

Gambar untuk Pasca Kebakaran Taman Puring, Akses Dibatasi Karena Struktur Bangunan Rawan Roboh

Kebakaran besar yang terjadi di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin malam, 28 Juli 2025, menghanguskan sebagian besar kios di pasar tersebut. Meskipun kebakaran berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa, petugas mengimbau agar pedagang dan masyarakat tidak masuk ke area pasar pascakebakaran. Hal ini dikarenakan struktur bangunan yang rusak dan rawan roboh.

Baca juga : Pemkab Bogor Bantu KLH Evaluasi KSO PTPN di Kawasan Puncak untuk Kelestarian Lingkungan

1. Waktu dan Proses Pemadaman Kebakaran

Kebakaran dimulai sekitar pukul 18.02 WIB. Api dengan cepat menyebar, menghanguskan lebih dari 500 kios yang berada di zona JS 29, dengan total luas area yang terbakar sekitar 2.000 meter persegi. Sekitar 35 unit pemadam kebakaran dan 118 personel dikerahkan untuk memadamkan api yang memakan waktu hingga dini hari.

2. Tantangan dalam Proses Pemadaman

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, salah satunya adalah kesulitan dalam mengakses sumber air yang cukup dekat dengan lokasi kebakaran. Ditambah dengan kemacetan lalu lintas, petugas harus menggunakan teknik dinamis untuk merangkai aliran air dari titik yang lebih jauh.

3. Imbauan untuk Tidak Masuk ke Area Pasar

Setelah kebakaran dipadamkan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta meminta pedagang untuk tidak nekat masuk ke area Pasar Taman Puring. Struktur bangunan yang rusak parah membuat pasar rawan roboh. Garis polisi telah dipasang di sekitar area untuk memastikan keselamatan, dan hanya petugas yang diizinkan memasuki area tersebut.

4. Evakuasi Barang dan Tahanan

Sebagian barang dagangan berhasil diselamatkan oleh pedagang dan dipindahkan ke halaman Polsek Kebayoran Baru yang terdekat. Selain itu, empat tahanan dari Polsek Kebayoran Baru juga dievakuasi untuk menghindari potensi bahaya yang lebih besar akibat kebakaran.

5. Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Beberapa pedagang menduga kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik atau kelalaian. Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mendesak agar pemerintah melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengambil langkah-langkah untuk meringankan beban para pedagang yang terdampak, termasuk mempercepat pembangunan kembali pasar.

6. Kekhawatiran Warga dan Pedagang

Kebakaran ini bukan yang pertama kali terjadi di Pasar Taman Puring. Warga dan pedagang mengkhawatirkan sistem keamanan yang buruk karena Pasar Taman Puring telah dua kali mengalami kebakaran hebat sebelumnya, yakni pada 2002 dan 2005. Infrastruktur yang tua, instalasi listrik yang semrawut, dan kondisi fisik bangunan yang padat meningkatkan risiko kebakaran yang berulang.

7. Evaluasi Infrastruktur Pasar

Warga, seperti Nia Rahma, yang merupakan penduduk Kebayoran Baru, mengingatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur pasar. Mereka mendesak pemerintah untuk memperbarui fasilitas pasar dan memastikan bahwa sistem kelistrikan dan bangunan pasar aman untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Tuan Rumah Cabang Petanque Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi

Kesimpulan:
Pasar Taman Puring yang terbakar menyisakan kerugian besar bagi pedagang, dan meskipun tidak ada korban jiwa, risiko kebakaran serupa tetap tinggi karena kondisi pasar yang sudah tua dan infrastruktur yang tidak memadai. Pemerintah diimbau untuk segera melakukan inspeksi dan evaluasi lebih lanjut terhadap pasar dan memberikan solusi jangka panjang kepada pedagang yang terdampak.

Penulis : eka sri indah lestary