Perubahan Struktur Kepemimpinan Tiga Pasukan Elite TNI
Tiga pasukan elite Tentara Nasional Indonesia (TNI) — Kopassus, Kopasgat, dan Marinir — kini resmi dipimpin oleh panglima. Perubahan ini dinilai tepat oleh anggota Komisi I DPR Fraksi PDI-P, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mengingat skala organisasi dan tanggung jawab yang semakin besar.
Menurut TB Hasanuddin, jabatan panglima memiliki cakupan komando yang lebih luas dibanding komandan. Panglima dibantu oleh sejumlah asisten, sedangkan komandan memiliki staf yang terbatas. Hal ini memungkinkan panglima mengatur personel dalam jumlah besar secara efektif.
baca juga : MKGR Lampung Ajak Nobar LYORA: Erwin Sebut Film Ini Keren, Cerita Nyata Bu Menteri Komdigi
Alasan Kelayakan Jabatan Panglima
TB Hasanuddin menjelaskan bahwa ketiga pasukan tersebut memiliki jumlah personel yang besar, rentang kendali yang luas, dan tanggung jawab strategis.
“Jika satuannya semakin besar, maka wajar jika dipimpin panglima. Tugas dan tanggung jawabnya pun meningkat,” ujar Hasanuddin.
Selain mengatur pasukan, panglima juga mengoordinasikan berbagai unit di bawahnya sehingga komando menjadi lebih terstruktur.
Perubahan Resmi Berdasarkan Peraturan Presiden
Perubahan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI yang ditandatangani pada 5 Agustus 2025.
Dalam peraturan tersebut, jabatan “Komandan” pada pucuk pimpinan satuan diubah menjadi “Panglima” dengan pangkat jenderal bintang tiga sesuai matra masing-masing:
- Pangkopassus (Letnan Jenderal TNI AD)
- Pangkormar (Letnan Jenderal Marinir TNI AL)
- Pangkorpasgat (Marsekal Madya TNI AU)
baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia hadiri KSTI Indonesia 2025 keynote Speech Bapak Prabowo Subianto
Makna Strategis Perubahan Jabatan
Pengangkatan panglima untuk memimpin pasukan elite menjadi simbol penguatan organisasi TNI dan peningkatan status satuan-satuan ini di struktur komando.
Dengan struktur baru, TNI diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pertahanan nasional dan menjaga kedaulatan negara secara optimal.
penulis : elsandria aurora