Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Patung Satoshi Nakamoto di Lugano Berhasil Ditemukan Setelah Dibuang ke Danau

Kategori: Bitcoin
Gambar untuk Patung Satoshi Nakamoto di Lugano Berhasil Ditemukan Setelah Dibuang ke Danau

Patung Ikonik yang Menghormati Pencipta Bitcoin Akhirnya Diamankan Kembali

Otoritas kota Lugano, Swiss, akhirnya berhasil menemukan kembali patung Satoshi Nakamoto yang sebelumnya hilang. Patung yang menjadi simbol penghormatan kepada pencipta Bitcoin tersebut sempat dilaporkan dicopot dari podium dan dibuang ke danau terdekat.

Baca Juga : Cara Cepat Menguasai Algoritma dan Flowchart untuk Pemula

Peran Penting Satoshigallery dan Respons dari Publik

Organisasi Satoshigallery, yang bertanggung jawab atas pemasangan patung ini di berbagai negara seperti El Salvador dan Jepang, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah kota Lugano lewat unggahan di platform X (dulu Twitter). Rencana mereka ke depan adalah memasang salinan patung serupa di 18 kota lainnya di seluruh dunia.

Patung ini dirancang oleh seniman asal Italia, Valentina Picozzi, dengan desain transparan yang mencerminkan anonimitas pencipta Bitcoin. Konsepnya dirancang untuk menggambarkan semangat kolektif bahwa "kita semua adalah Satoshi".

Dugaan Pelaku dan Status Hadiah BTC

Seorang pengguna X dengan nama akun Gritto berspekulasi bahwa sekelompok remaja mungkin bertanggung jawab atas aksi pelemparan patung ke danau. Disebutkan pula bahwa patung tersebut hanya dilas di dua titik pada podium, sehingga mudah untuk dilepaskan.

Sebelumnya, pihak Satoshigallery sempat menawarkan hadiah sebesar 0.1 BTC (sekitar $11.400 atau Rp180 juta) bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi terkait keberadaan patung. Namun karena patung berhasil ditemukan langsung oleh pihak kepolisian, hadiah tersebut tidak akan diberikan kepada siapa pun.

Baca Juga : Revolusi Software AI: Masa Depan Bisnis Ada di Sini!

Simbol yang Lebih dari Sekadar Patung

Kembalinya patung ini menjadi pengingat kuat bahwa simbol seperti patung Satoshi bukan hanya elemen dekoratif, melainkan representasi dari ide besar yang hidup di komunitas kripto: desentralisasi, anonimitas, dan kebebasan finansial.

Penulis : Tamtia Gusti Riana