Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyatakan bahwa partainya tidak akan mengambil sikap oposisi, melainkan menjadi penyeimbang dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam Kongres PDI-Perjuangan ke-6 yang baru saja dilaksanakan, partai berlambang banteng moncong putih ini menegaskan perannya untuk mendukung pemerintahan yang pro-rakyat, bukan sebagai oposisi.
Namun, meskipun demikian, PDI-P tetap berkomitmen untuk menjadi kritis terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), mengungkapkan bahwa meski partai ini mendukung pemerintahan, PDI-P akan tetap mengkritisi kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat. Hal ini akan menjadi tolak ukur apakah PDI-P akan tetap "menyeruduk" atau lebih melunak.
Peran Penyeimbang dalam Politik: PDI-P Siap Mengkritisi Kebijakan Tidak Pro-Rakyat
Menurut Hendrawan Supratikno, politikus PDI-P, partainya akan berperan sebagai mitra strategis yang mendukung kebijakan publik yang pro-rakyat dan pro-keadilan. Sebagai penyeimbang, PDI-P siap memberikan masukan yang kritis dan konstruktif untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap tepat dan efektif.
Hendrawan menekankan bahwa peran penyeimbang yang dijalankan oleh PDI-P bertujuan untuk memperkuat ekonomi nasional, demokrasi yang baik, dan pemberantasan korupsi. Ini bukan peran berburu kekuasaan dalam politik transaksional, melainkan peran fungsional-transformasional yang mendukung cita-cita kemerdekaan.
Harapan terhadap Fungsi Checks and Balances di Pemerintahan
Meski PDI-P bukan oposisi, Adi Prayitno berharap partai ini tetap menjalankan fungsi checks and balances antara legislatif dan eksekutif. Ia menyarankan bahwa jika partai-partai politik tidak mampu menjalankan fungsi tersebut, maka masyarakat sipil dapat mengambil alih peran sebagai oposisi melalui penyampaian pendapat, media sosial, hingga demonstrasi.
baca Juga:Universitas Teknokrat Indonesia dan Unikom Sepakat Kerja Sama
Megawati Tegaskan PDI-P Bukan Oposisi
Dalam pidato penutupan Kongres ke-6 PDI-P, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa PDI-P tidak akan mengambil sikap oposisi terhadap pemerintah. PDI-P, dengan peran barunya sebagai penyeimbang, berkomitmen untuk mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat dan memberikan kritik konstruktif apabila diperlukan.
penulis:Dafa Aditya.f