Jenderal Tandyo Budi Revita Resmi Dilantik Sebagai Wakil Panglima TNI Setelah 25 Tahun Kekosongan
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI, dalam sebuah upacara kehormatan militer yang digelar di Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/8/2025). Pelantikan ini menandai kembalinya jabatan strategis tersebut setelah kosong selama 25 tahun.
Posisi Wakil Panglima TNI terakhir dijabat oleh Jenderal (Purn) Fachrul Razi pada tahun 1999-2000. Setelah itu, jabatan ini sempat dihapus dan baru dihidupkan kembali di era Presiden Joko Widodo melalui Perpres No. 66 Tahun 2019, lalu difungsikan kembali oleh Prabowo melalui Perpres No. 84 Tahun 2025.
NasDem: Pengaktifan Jabatan Ini Berdasarkan Kebutuhan Nyata, Bukan Sekadar Formalitas
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi NasDem, Amelia Anggraini, menilai bahwa pengaktifan kembali posisi Wakil Panglima TNI dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan, bukan hanya penyesuaian struktur organisasi.
“Kembalinya jabatan ini harus dilihat dari perspektif strategis. Fungsi utamanya adalah mendukung Panglima dalam mengoordinasikan tiga matra dan menjamin kesinambungan komando saat Panglima berhalangan,” ujar Amelia, Senin (11/8/2025).
Amelia juga menekankan bahwa keputusan ini harus dilandasi analisis beban kerja, efisiensi sistem komando, serta potensi untuk meningkatkan kinerja operasional TNI.
Transparansi dan Efektivitas Jadi Sorotan DPR
Amelia menyoroti pentingnya kejelasan tugas dan fungsi Wakil Panglima TNI agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dengan Panglima maupun para Kepala Staf Angkatan.
“Kami mendorong agar pelaksanaan tugas Wakil Panglima dilakukan secara transparan dan tidak menyulitkan koordinasi antar lini dalam tubuh TNI,” tegasnya.
Harapan untuk Kinerja TNI yang Lebih Profesional dan Responsif
Amelia menyampaikan harapannya bahwa posisi Wakil Panglima TNI bisa menjadi katalisator bagi percepatan pengambilan keputusan strategis, penguatan koordinasi antarmatra, dan peningkatan kesiapan tempur TNI.
“Jabatan ini harus menjadi multiplier effect untuk efektivitas komando dan profesionalisme TNI,” kata Amelia.
Ia juga mengingatkan agar kebijakan ini tidak membebani anggaran secara berlebihan dan tetap berada dalam koridor pembangunan kekuatan pertahanan nasional.
baca juga: Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Ikuti Munas Aptisi VII di Bandung
Pelantikan Tandyo Disaksikan Langsung Presiden dan Wapres
Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita dilakukan dalam rangkaian Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, yang turut dihadiri oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam acara tersebut, Prabowo menyematkan tanda pangkat bintang empat kepada Tandyo sebagai simbol resminya menjabat Wakil Panglima TNI.
Penulis: Dena Triana