Pelatih Persita, Carlos Pena, Soroti Kondisi Rumput Stadion JIS Usai Laga Kontra Persija
Carlos Pena Ungkap Kekhawatiran Soal Kualitas Lapangan JIS
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, melontarkan kritik terhadap kondisi rumput Stadion Jakarta International Stadium (JIS) usai timnya mengalami kekalahan dari Persija Jakarta. Menurutnya, kualitas lapangan tidak sesuai standar dan memengaruhi performa permainan kedua tim.
baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Ikuti Munas Aptisi VII di Bandung
Rumput JIS Dinilai Kurang Ideal untuk Pertandingan Profesional
Carlos Pena menyebut bahwa permukaan rumput di JIS terlalu keras dan tidak rata, sehingga menyulitkan pemain dalam mengontrol bola. Hal ini dianggap mengurangi kualitas pertandingan dan berpotensi meningkatkan risiko cedera.
“Rumputnya terlalu keras, dan bola jadi sulit dikendalikan. Ini tidak ideal untuk pertandingan level profesional,” ujar Pena dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Performa Persita Dipengaruhi Kondisi Lapangan?
Meskipun tidak secara langsung menyalahkan kondisi lapangan atas kekalahan timnya, Carlos Pena menegaskan bahwa kualitas infrastruktur stadion memainkan peran penting dalam mendukung performa tim. Ia berharap ke depannya ada perbaikan agar stadion sebesar JIS dapat benar-benar memenuhi standar internasional.
JIS Jadi Sorotan, Perlu Evaluasi Menyeluruh?
Stadion JIS memang menjadi kebanggaan ibu kota, namun kritik terhadap kualitas rumput bukan yang pertama. Beberapa pemain dan pelatih sebelumnya juga sempat menyuarakan hal serupa. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah stadion megah ini sudah siap sepenuhnya menjadi venue utama pertandingan kelas nasional hingga internasional?
baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Ikuti Munas Aptisi VII di Bandung
Harapan Carlos Pena untuk Perbaikan ke Depan
Carlos Pena berharap pihak pengelola stadion dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan, agar JIS benar-benar menjadi tempat yang layak untuk pertandingan sepak bola profesional di Indonesia.
penulis : Dylan Fernanda