Pemerintah Alberta baru-baru ini mengumumkan perubahan besar dalam kebijakan vaksinasi COVID-19 yang memicu kritik luas. Mulai tahun ini, warga Alberta yang ingin menerima suntikan vaksin COVID-19 harus memesan terlebih dahulu dan membayar biaya vaksin dari kantong mereka sendiri. Rencana ini muncul setelah pemerintah federal menginstruksikan provinsi tersebut untuk membeli vaksin, mengikuti pola program imunisasi lainnya di Kanada.
Kebijakan Vaksinasi Baru di Alberta: Pengumuman dan Biaya
Sistem pemesanan vaksin yang baru akan memberi pengingat kepada warga Alberta untuk membuat janji temu pada awal Oktober. Vaksin hanya akan tersedia melalui klinik kesehatan umum, bukan lagi melalui apotek seperti yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Meskipun pemerintah provinsi tidak mengungkapkan biaya pasti vaksin, mereka mengacu pada estimasi biaya vaksin oleh Pusat Pengendalian Penyakit AS yang sekitar $110 per dosis.
Namun, pemerintah mengklaim bahwa mereka akan tetap memberikan vaksin secara gratis bagi kelompok yang paling rentan, seperti individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, lansia, dan mereka yang mengikuti program sosial. Kementerian Layanan Kesehatan Primer dan Pencegahan Alberta menyebut kebijakan ini sebagai langkah yang bertanggung jawab untuk mengurangi rawat inap dan kematian serta membendung penyebaran COVID-19.
Kritik dari Federasi Buruh Alberta: Strategi Anti-Vaksin
Presiden Federasi Buruh Alberta, Gil McGowan, mengecam kebijakan baru ini sebagai “strategi anti-vaksin yang dikemas sebagai strategi peluncuran vaksin.” McGowan mengungkapkan bahwa pendekatan ini tidak hanya membatasi akses vaksin tetapi juga dapat menurunkan tingkat penerimaan vaksin di kalangan masyarakat, terutama di sektor-sektor dengan kontak langsung yang tinggi seperti sektor kesehatan dan pendidikan.
McGowan menyarankan agar sektor-sektor ini mendapat prioritas vaksinasi karena pekerjanya berisiko lebih tinggi terkena infeksi COVID-19. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah provinsi dalam mendorong penerimaan vaksin di kalangan warganya.
Kritikan Kesehatan: Pemerintah Dituduh Anti-Sains dan Anti-Vaksinasi
Kritik terhadap kebijakan vaksinasi Alberta juga datang dari kalangan medis. Dr. Luanne Metz, seorang kritikus kesehatan dari NDP, menyebut kebijakan ini sebagai anti-sains dan anti-vaksinasi. Ia juga menyoroti perbedaan kebijakan vaksinasi di Alberta dengan provinsi-provinsi lain di Kanada, yang menawarkan vaksinasi gratis dan mudah diakses di apotek-apotek.
Metz menambahkan bahwa dengan membatasi akses vaksin dan mengharuskan warga untuk membayar, pemerintah provinsi dapat mempengaruhi tingkat penerimaan vaksin yang lebih rendah. Pada tahun sebelumnya, 87% dosis vaksin diberikan melalui apotek, yang memudahkan warga untuk mendapatkan vaksinasi tanpa hambatan besar.
Kontroversi dan Pengeluaran Vaksin yang Tidak Terpakai
Pada bulan Juni, Perdana Menteri Danielle Smith mengungkapkan bahwa vaksin senilai $135 juta telah kedaluwarsa atau terbuang sia-sia tahun lalu karena rendahnya angka penerimaan vaksin. Pemerintah provinsi menyebutkan bahwa hanya 13,7% warga Alberta yang menerima vaksin COVID-19 tahun lalu.
Gil McGowan merespons bahwa memaksa warga Alberta untuk membayar vaksin akan mengurangi tingkat penerimaan vaksin dan lebih banyak orang akan enggan untuk mendapatkan vaksinasi karena biaya tambahan tersebut.
penulis:dafa aditiya.f