Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Pemerintah China Soroti Risiko Keamanan dari Proyek Kripto Berbasis Pemindaian Iris

Gambar untuk Pemerintah China Soroti Risiko Keamanan dari Proyek Kripto Berbasis Pemindaian Iris

Proyek Kripto Berbasis Biomterik Kembali Jadi Sorotan di China

Pemerintah Tiongkok kembali menegaskan kekhawatirannya terhadap proyek-proyek kripto yang menggunakan teknologi pemindaian iris mata sebagai metode verifikasi pengguna. Teknologi yang diterapkan oleh proyek seperti Worldcoin dinilai menimbulkan risiko besar terhadap keamanan data pribadi dan keamanan nasional.

baca juga : Langkah-Langkah Membuat ERD Tanpa Ribet dan Panik

Alasan Pemerintah China Anggap Teknologi Ini Berbahaya

Dalam pernyataan resmi dari lembaga pengawas siber dan keamanan data Tiongkok, disebutkan bahwa:

  • Data biometrik sangat sensitif dan berisiko tinggi disalahgunakan
  • Pengumpulan data iris mata secara masif tanpa kontrol jelas dapat mengancam privasi warga negara
  • Potensi akses oleh pihak asing terhadap data tersebut dinilai sebagai ancaman terhadap kedaulatan digital

Proyek Seperti Worldcoin Dianggap Rawan Pelanggaran

Proyek seperti Worldcoin meminta pengguna memindai iris mata melalui alat khusus sebagai syarat pendaftaran. Meski pihak pengembang mengklaim teknologi tersebut aman dan anonim, China memandang metode ini tidak transparan, berpotensi manipulatif, dan tidak sesuai dengan standar perlindungan data nasional.

baca juga : Wisuda Periode I 2025 Universitas Teknokrat: Cetak Generasi Siap Sambut Indonesia Emas

Dampak pada Masa Depan Proyek Kripto Global

Dengan sikap keras dari China terhadap penggunaan data biometrik dalam ekosistem kripto, ada kemungkinan:

  • Pembatasan total terhadap proyek-proyek serupa di wilayah China
  • Penolakan adopsi massal teknologi identitas digital berbasis iris
  • Peningkatan tekanan global agar proyek kripto lebih transparan soal pengelolaan data pribadi

penulis : Muhammad Anwar Fuadi