Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger dari serial animasi One Piece menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia menarik perhatian publik. Aksi ini banyak dibagikan di media sosial dan menjadi viral. Banyak pihak mengaitkan pengibaran bendera tersebut dengan ekspresi kekecewaan terhadap kinerja pemerintah. Pemerintah pun memberikan tanggapan serius terkait fenomena ini. Berikut adalah respons dari pejabat pemerintah atas pengibaran bendera One Piece.
Baca juga :Pemerintah Kucurkan BSU Rp600 Ribu untuk 15 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp3 Juta
Pengibaran Bendera One Piece Dipandang Sebagai Tindak Pidana
Menkopolkam Budi Gunawan: Pengibaran Bendera One Piece Melanggar Undang-Undang
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Budi Gunawan, mengungkapkan bahwa pengibaran bendera One Piece menjelang 17 Agustus mengandung unsur pelanggaran hukum. Ia menyebut tindakan ini sebagai bentuk penghinaan terhadap bendera Merah Putih sebagai simbol negara.
Budi mengingatkan masyarakat bahwa pengibaran bendera negara di bawah bendera atau lambang lain dilarang oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Pasal 24 ayat 1 beleid ini mengatur bahwa tidak boleh ada pengibaran bendera negara yang dipasangkan dengan lambang atau bendera selain yang sah.
Dalam keterangan tertulisnya pada 1 Agustus 2025, Budi menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah hukum terkait pengibaran bendera One Piece. "Kami akan melindungi martabat dan simbol negara," ujar Budi.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad: Mari Bersatu Menghadapi Upaya Pemecah Belah
Pentingnya Persatuan di Tengah Fenomena Pengibaran Bendera One Piece
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengimbau masyarakat untuk tetap bersatu di tengah fenomena pengibaran bendera One Piece yang dinilai berpotensi memecah belah bangsa. Dasco mendeteksi adanya upaya untuk merusak kesatuan dan persatuan bangsa melalui aksi tersebut.
"Harus melawan hal-hal seperti itu. Mari bersatu, lawan," kata Dasco, mengajak masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan menghindari provokasi yang dapat merusak nilai-nilai kebangsaan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak perlu ditanggapi dengan perpecahan, tetapi harus dihadapi dengan sikap persatuan.
Anggota DPR Firman Soebagyo: Pengibaran Bendera One Piece adalah Provokasi
Pemasangan Bendera One Piece Sebagai Provokasi Politik
Anggota DPR Firman Soebagyo juga memberikan komentar terkait pengibaran bendera One Piece ini. Menurutnya, tindakan tersebut adalah bentuk provokasi yang ditujukan untuk menyerang pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Firman menilai bahwa pengibaran bendera anime tersebut menggantikan bendera Merah Putih dalam perayaan hari kemerdekaan adalah langkah provokatif.
"Ini cara-cara provokatif yang ingin menjatuhkan pemerintahan," kata Firman Soebagyo di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 31 Juli 2025. Ia juga menekankan bahwa pengibaran bendera One Piece menjelang HUT RI tidak dapat diterima dan meminta penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap para provokator.
Tindak Lanjut Pemerintah terhadap Pengibaran Bendera One Piece
Tindakan Hukum Menunggu Pelaku Pengibaran Bendera One Piece
Pemerintah menyatakan komitmennya untuk menindak tegas pengibaran bendera One Piece yang dinilai telah melanggar aturan. Menurut pejabat pemerintah, tindakan ini tidak hanya melanggar Undang-Undang, tetapi juga bisa mencederai simbol nasional seperti bendera Merah Putih. Pemerintah berharap penegakan hukum dapat segera dilakukan untuk menyelesaikan persoalan ini.
Dalam kesempatan yang sama, Firman Soebagyo meminta agar penegak hukum mencari tahu siapa yang berada di balik aksi tersebut dan apa motifnya. "Minimal mereka yang melakukannya harus diinterogasi untuk mengetahui siapa yang menyuruh dan apa tujuan sebenarnya," kata Firman.
Baca juga :Universitas Teknokrat Indonesia Kukuhkan Wisudawan, LLDIKTI Tekankan Profesionalisme dan Kemandirian
Bendera One Piece dan Makna Simboliknya
Jolly Roger dalam One Piece: Simbol Perlawanan dan Kebebasan
Bendera Jolly Roger yang menjadi kontroversial dalam isu ini adalah simbol dari kru bajak laut topi jerami dalam serial One Piece. Dalam cerita One Piece, Jolly Roger melambangkan kebebasan, persatuan, dan perlawanan terhadap penguasa. Penggemar anime ini mengibarkan bendera tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap nilai-nilai dalam cerita, namun banyak yang mengaitkan aksi ini dengan sikap protes terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa.
Penulis : Naysila pramuditha azh zahra