Presiden Prabowo Subianto meresmikan penambahan 162 komando dan satuan baru TNI dalam sebuah upacara yang berlangsung di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) TNI AD, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (10/8/2025). Penambahan tersebut mencakup penguatan struktur TNI dengan tujuan meningkatkan kesiapan dan efektivitas pertahanan negara.
baca juga:Vietnam Menang, Thailand Tertahan, Ini Lawan Timnas Indonesia U-23
Dalam struktur yang baru, terdapat penambahan enam Komando Daerah Militer (Kodam), 14 Komando Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal), dan tiga Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau). Selain itu, juga dibentuk 20 Brigade Teritorial Pembangunan, enam Grup Komando Pasukan Khusus (Kopassus), serta satu Brigade Infanteri Marinir dan Resimen Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Pembentukan ini mencakup pula 100 Batalyon Teritorial Pembangunan dan 10 batalyon elite.
DPR Ingatkan Soal Perencanaan Matang dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Komisi I DPR memberikan perhatian khusus terhadap penambahan struktur TNI yang dinilai berpotensi membebani anggaran negara. Anggota DPR mengingatkan pentingnya perencanaan matang terkait kebijakan ini, serta perlunya memperhatikan kesejahteraan prajurit TNI.
Penguatan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) dan kebutuhan lainnya juga menjadi sorotan agar kebijakan tersebut tidak hanya fokus pada penambahan satuan, tetapi juga memperhatikan kesiapan dan kesejahteraan prajurit yang ada.
Optimalkan Struktur TNI untuk Peningkatan Pertahanan Nasional
DPR mengharapkan bahwa penambahan satuan ini dilakukan secara terencana dan proporsional, dengan tujuan utama memperkuat pertahanan nasional tanpa mengabaikan kebutuhan prajurit dan pengelolaan anggaran negara yang efisien.
penulis:dafa aditiya.f