Subjudul 1: Penambahan Wakil Panglima TNI Dinilai Relevan oleh Anggota DPR
Anggota Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mengungkapkan bahwa penambahan posisi Wakil Panglima TNI merupakan langkah yang relevan, mengingat adanya penguatan struktur pertahanan yang baru saja dilakukan oleh pemerintah. Menurut Hasanuddin, langkah ini sangat tepat untuk menghadapi penambahan jumlah satuan TNI yang signifikan, termasuk enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru, 20 brigade, dan 100 batalion.
baca juga:Bernardo Tavares Ungkap Alasan Turunkan 5 Pemain U-23 di Laga PSM Makassar vs Persijap Jepara
Subjudul 2: Dampak Penambahan Kodam, Brigade, dan Batalion terhadap Tugas Panglima TNI
Penambahan enam Kodam dan 100 batalion ini mengindikasikan bahwa struktur organisasi TNI semakin berkembang. TB Hasanuddin menyatakan bahwa semakin banyaknya jumlah pasukan yang perlu dikelola membuat rentang kendali Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, semakin lebar. Dalam hal ini, posisi Wakil Panglima TNI sangat dibutuhkan untuk membantu tugas-tugas Panglima TNI yang semakin kompleks.
Subjudul 3: Tugas dan Fungsi Wakil Panglima TNI Berdasarkan Perpres No. 66 Tahun 2019
Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2019, dijelaskan bahwa Wakil Panglima TNI berfungsi sebagai koordinator pembinaan kekuatan TNI dan bertanggung jawab langsung kepada Panglima TNI. Perpres ini juga menetapkan empat tugas utama Wakil Panglima TNI, antara lain:
- Membantu pelaksanaan tugas harian Panglima TNI
- Memberikan saran terkait kebijakan pertahanan negara dan pengembangan kekuatan TNI
- Melaksanakan tugas Panglima TNI jika Panglima berhalangan
- Menjalankan tugas lain yang diberikan oleh Panglima
Subjudul 4: Peningkatan Pertahanan Militer Indonesia dengan Penambahan Kodam Baru
Sebagai bagian dari langkah memperkuat pertahanan Indonesia, Presiden Prabowo Subianto meresmikan penambahan enam Kodam baru, 20 Komandan Brigade baru, dan 100 batalion teritorial. Prabowo menekankan pentingnya kekuatan militer Indonesia di tengah ketidakpastian dunia dan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, seperti di Eropa dan Timur Tengah. Meskipun Indonesia tidak ingin terlibat dalam perang, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia harus memiliki pertahanan yang kuat untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
Subjudul 5: Harapan dari Pemerintah untuk Para Panglima dan Komandan TNI yang Baru Dilantik
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo meminta kepada para panglima dan komandan TNI yang baru dilantik untuk memimpin dengan memberi contoh yang baik, dengan cara memimpin langsung di garis depan, bukan hanya di belakang. Penambahan jumlah satuan dan penguatan struktur organisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan profesionalisme TNI dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga keamanan negara.
penulis: lili rahma dini