Insiden Penembakan di Atlanta
ATLANTA — Aksi penembakan mengguncang kantor pusat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Jumat sore, 8 Agustus 2025. Seorang pria bersenjata melepaskan lebih dari 180 tembakan, memecahkan sekitar 150 jendela, dan menewaskan seorang petugas polisi.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Patrick Joseph White (30), mencoba memasuki gedung CDC di Atlanta sebelum dihalangi petugas. Ia kemudian menuju ke apotek di seberang jalan dan kembali melakukan penembakan. Menurut pihak berwenang, pelaku membawa lima senjata api, termasuk senjata laras panjang.
baca juga : Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Ringan hingga Lebat di Sebagian Besar Kota Besar pada Selasa
Motif Pelaku: Klaim Vaksin COVID-19 Memicu Depresi
Menurut keterangan ayah pelaku kepada polisi, White percaya bahwa vaksin COVID-19 menyebabkan dirinya depresi dan ingin bunuh diri. Sang ayah juga mengungkap bahwa putranya sangat terpukul oleh kematian anjing kesayangannya dan kerap membicarakan ketidakpercayaannya terhadap vaksin COVID-19.
Seorang tetangga, Nancy Hoalst, mengatakan White sering menyampaikan pandangannya soal bahaya vaksin, meski di luar itu ia terlihat sebagai orang yang ramah. Hoalst mengaku terkejut pelaku sampai melakukan aksi kekerasan terhadap CDC.
Korban Jiwa: Petugas Polisi Gugur
Korban jiwa dalam insiden ini adalah David Rose (33), petugas Polisi Daerah DeKalb yang juga mantan Marinir dan pernah bertugas di Afghanistan. Rose baru lulus akademi kepolisian pada Maret 2025 dan dikenal berani serta berdedikasi.
DeKalb County mengungkapkan duka mendalam: “Malam ini, ada seorang istri yang kehilangan suami dan tiga anak, termasuk satu yang belum lahir, yang kehilangan ayah,” ujar CEO DeKalb County, Lorraine Cochran-Johnson.
Reaksi dan Kontroversi Terhadap Robert F. Kennedy Jr.
Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Robert F. Kennedy Jr., menyatakan dukungan bagi para pegawai CDC. Namun, kelompok Fired But Fighting yang berisi mantan pegawai CDC menuduh Kennedy turut bertanggung jawab atas iklim kebencian terhadap lembaga tersebut akibat retorika anti-vaksin yang ia sampaikan selama bertahun-tahun.
Di bawah kepemimpinannya, CDC telah memberhentikan hampir 2.000 pegawai, dan pada minggu lalu ia memotong dana pengembangan vaksin sebesar $500 juta. Kritik menyebut kebijakan ini melemahkan upaya kesehatan masyarakat.
Tindakan Keamanan CDC Pasca Penembakan
Pimpinan senior CDC berjanji melakukan evaluasi keamanan menyeluruh. Karyawan diminta bekerja dari rumah atau mengambil cuti pada hari Senin. Kantor keamanan CDC juga mengimbau pegawai untuk menghapus stiker parkir lama dari kendaraan mereka demi keamanan.
Beberapa pegawai menyatakan kekhawatiran mereka, mengaku merasa seperti “sasaran empuk” saat insiden berlangsung.
penulis : Ginasti kurniasih trifosa