Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Penertiban Posko Donasi Aksi PBB-P2 di Pati Ricuh

Kategori: hukum
Gambar untuk Penertiban Posko Donasi Aksi PBB-P2 di Pati Ricuh

Upaya Satpol PP Pati menertibkan posko donasi aksi penolakan kenaikan PBB-P2 di kawasan Alun-Alun Pati berakhir ricuh, Selasa (5/8/2025). Adu mulut terjadi saat kardus berisi air mineral diangkut paksa menggunakan truk oleh petugas.

Penggiat posko donasi, Supriyono menolak keras penyitaan kardus donasi air mineral yang telah dihimpun masyarakat. Ia menyebut Satpol PP bertindak semena-mena dan tak menghormati pemberitahuan resmi ke pihak kepolisian.

Baca juga: Fakta Menarik tentang Kecepatan Internet yang Perlu Anda Tahu

“Petugas Satpol PP mengangkut donasi air mineral dari warga. Padahal saya sudah melapor ke Kapolresta,” ujarnya.

Supriyono menambahkan, dirinya bukan orang hukum. Akan tetapi, ia tahu hak publik dalam menyalurkan aspirasi. 

Kekisruhan makin memuncak ketika Plt Sekda Pati, Riyoso ikut hadir dan memerintahkan menaikkan kardus donasi. Adu argumen tak terhindarkan dan menjadi tontonan warga sekitar yang berkumpul di lokasi kejadian.

Warga yang bergabung di Aliansi Masyarakat Pati Bersatu ini, juga bergerak ke Satpol PP untuk meminta air mineral donasi yang disita. Akhirnya, Satpol PP mengembalikan air mineral tersebut ke posko donasi.

Plt Kepala Satpol PP Pati Sriyatun menyatakan, penertiban dilakukan karena kawasan tersebut akan dipakai untuk kirab Hari Jadi Pati. Ia menyebut, seluruh aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, wajib ditertibkan oleh petugas. 

“Apalagi area ini masuk dalam titik kegiatan resmi. Jadi penertiban kami lakukan sesuai Perda,” tegasnya.

Baca juga: Rektor UTI mendapatkan ucapan Selamat dari Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) RI

Kardus air mineral dianggap bukan sekadar donasi, melainkan bagian dari sarana aksi. Oleh karena itu, barang tersebut ikut diamankan petugas.(Agus Pambudi)

Penulis: Indra Irawan